DATA BELUM TERSEDIA

Pesta Super Mewah Lamine Yamal Berujung Sanksi dan Hujatan

Pesta ulang tahun mewah yang digelar bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, mendadak menjadi sorotan publik dan menuai kecaman luas.

Galih Prasetyo BolaTimes.com
Senin, 14 Juli 2025 | 14:35 WIB
Pesta Super Mewah Lamine Yamal Berujung Sanksi dan Hujatan

Pesta Super Mewah Lamine Yamal Berujung Sanksi dan Hujatan

hitekno.com - Pesta ulang tahun mewah yang digelar bintang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, mendadak menjadi sorotan publik dan menuai kecaman luas.

Hal ini lantaran Lamine Yamal diduga menggunakan orang dengan kondisi dwarfisme (kerdil) sebagai bagian dari hiburan.

Organisasi bernama ADEE (Asociación de Personas con Acondroplasia y Otras Displasias Esqueléticas) menyatakan kekecewaannya secara terbuka melalui media sosial.

Mereka menyebut tindakan tersebut sebagai "merendahkan dan diskriminatif", serta berencana mengambil langkah hukum dan sosial atas insiden tersebut.

“Kami mengecam keras penggunaan orang dengan dwarfisme sebagai hiburan dalam pesta ulang tahun Lamine Yamal. Kami akan menempuh jalur hukum dan sosial,” tulis ADEE seperti dikutip dari Diario AS.

Lamine Yamal, yang baru saja resmi berusia 18 tahun, merayakan momen tersebut dengan pesta besar yang digelar di wilayah Mataró, dekat Barcelona.

Acara tersebut dihadiri oleh rekan setim, influencer, streamer, serta deretan musisi top berbahasa Spanyol seperti Bizarrap, Duki, Ozuna, dan Bad Gyal.

Tidak ada indikasi masalah selama berlangsungnya pesta, yang berjalan meriah hingga dini hari.

Bahkan Lamine Yamal keesokan harinya sudah kembali berlatih bersama Barcelona untuk persiapan pramusim. Namun, sorotan tajam datang usai pernyataan ADEE viral di dunia maya.

Setelah pernyataan ADEE mencuat, media sosial dibanjiri komentar dari netizen dan aktivis yang menuntut penghormatan dan perlakuan yang lebih bermartabat terhadap penyandang disabilitas, baik dalam acara publik maupun privat.

Baca Juga: Nakhoda Baru Persis Solo Punya Banyak PR, Peter de Roo: Ini Proses Belajar

Meski hingga kini belum jelas siapa yang mengatur kehadiran performer tersebut atau peran spesifik apa yang dimainkan dalam acara, ADEE menegaskan bahwa menggunakan individu dengan dwarfisme sebagai “hiburan” adalah praktik yang tidak dapat ditoleransi.

Lebih lanjut, organisasi itu menyerukan adanya perubahan kebijakan dan peningkatan kesadaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Kontributor: M.Faqih

×
Zoomed
TERKINI

Local Media Community (LMC), sebuah jejaring yang menaungi ratusan media lokal serta penerbit kecil dan menengah di berb...

bolatainment | 17:47 WIB

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri media digital, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp...

bolatainment | 09:39 WIB

Perusahaan media digital tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp1,763 miliar atau meningkat 45,1 persen dibandingkan ...

bolatainment | 19:17 WIB

Salah satu cara menyiapkan dana darurat paling efektif untuk menjaga stabilitas finansial adalah memiliki dana darurat y...

bolatainment | 18:13 WIB

Mudik saat Hari Raya Idul Fitri 2026 tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berkumpul bersama keluarga....

bolatainment | 08:00 WIB