Bolatainment

Kisah Cinta Tragis Chanatip Songkrasin, Takhayul Orang Tua Berujung Kandas

Dikarenakan kepercayaan orangtua terhadap sesuatu yang takhayul, Chanathip harus berpisah dengan kekasihnya yang seorang aktris top Thailand

Irwan Febri Rialdi

Chanathip Songkrasin dengan mantan kekasihnya Pitchanat Sakhakorn. (Dok. Bangkok Post)
Chanathip Songkrasin dengan mantan kekasihnya Pitchanat Sakhakorn. (Dok. Bangkok Post)

Bolatimes.com - Dijuluki sebagai Messi Thailand, penampilan Chanatip Songkrasin di Piala AFF 2020 memang mengagumkan, namun siapa sangka pemuda 28 tahun itu punya kisas cinta tragis.

Penampilan memukau Chanatip Songkrasin membuat Thailand memegang kendali penuh pada leg pertama semifinal Piala AFF 2020 melawan Thailand.

Chanatip Songkrasing memborong dua gol kemenangan Thailand atas Vietnam, tentu keberhasilan itu membawa namanya diperbincangkan banyak penikmat sepak bola.

Angin segar bagi Thailand dibawa Chanatip karena dengan kemenangan itu, skuat Gajah Perang menapakan satu langkah ke partai final Piala AFF 2020.

Terlepas dari itu, siapa sangka di balik kesuksesannya sebagai pesepak bola Chanatip memiliki satu kisah cinta yang tragis saat menjalin hubungan asmara dengan bintang Thailand.

Seorang aktris dan juga model iklan ternama di Thailand bernama Pitchanat Sakhakorn yang berakhir pilu karena takhayul orang tua bintang muda sepak bola Negeri Gajah Putih.

Keduanya mulai menjalin hubungan pada 2017, kala itu Chanatip masih berusia 24 tahun dan Pithcanart sudah di fase harus membangun rumah tangga, usianya saat itu 36 tahun.

Namun pada Januari 2018, Pitchanart membuat pengumuman mengejutkan bahwa hubungannya dengan Messi Thailand kandas, lewat sebuah tulisan yang diunggah pada akun Instagram pribadi.

Pitchanart mengaku tak nyaman dengan situasi yang dialami lebih dari 10 hari setelah putus dari Chanatip, ia mengaku depresi.

"Saya merasa tidak nyaman dengan situasi ini selama lebih dari 10 hari. Saya belum bisa menerimanya ," tulis Pithcanart.

"Dan saya pikir saya tidak akan bisa. Saya akan menderita depresi. Cinta kami telah menemui jalan buntu," imbuhnya.

Usut punya usut, baik Chanatip dan Pitchanart sebenarnya mantap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, yakni pernikahan.

Namun rencana tersebut terhalang restu kedua orang tua Chanatip, yang mempercayai jika keberuntungan keduanya datang beberapa tahun lagi.

Orang tua Chanathip telah meminta mereka untuk menunda pernikahan sampai pembangunan lapangan sepak bola keluarganya di Nakhon Pathom, yang menelan biaya 30 juta baht selesai.

Kedua syarat itu telah dipenuhi, tetapi ibunya kemudian mengatakan bahwa momen keberuntungan berikutnya untuk pernikahan mereka bukan untuk tiga tahun lagi.

Pitchanart juga tidak menyangka mereka bisa hidup bersama dengan bahagia karena keduanya lahir di Tahun Ayam dan akan selalu saling bertarung.

Keduanya sama-sama meneteskan air mata. Chanathip kemudian menyuruhnya menunggu saat dia mencoba mencari solusi, tetapi dia tidak ingin berkonflik dengan orang tuanya.

Kini Chanatip terlihat masih fokus dengan kariernya di sepak bola meski usianya sudah menginjak 28 tahun dan belum ada tanda-tanda memiliki pasangan kekasih.

Sementara Pitchanart disibukan dengan kegiatan sehari-harinya sebagai publik figur ternama di Thailand.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini