Bolatainment

Egy Pimpin Skuat Lechia Gdansk Ucapkan Duka Cita Untuk Gempa Palu

Egy memimpin teman satu timnya untuk mengucapkan duka cita dan memberikan semangat kepada korban.

Dany Garjito | Andiarsa Nata

Egy Maulana Vikri saat menjalani sesi latihan (Sumber: lechia.pl)
Egy Maulana Vikri saat menjalani sesi latihan (Sumber: lechia.pl)

Bolatimes.com - Egy Maulana Vikri bersama seluruh rekannya di Lechia Gdansk menunjukkan kepeduliannya kepada korban gempa bumi dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Egy memimpin teman satu timnya untuk mengucapkan duka cita dan memberikan semangat kepada korban.

Bencana gempa dan tsunami yang menghantam Palu-Donggala kini telah menjadi perhatian dunia. Banyak pihak termasuk dari pesepak bola dan klub dunia menaruh simpati terhadap bencana yang menimpa Provinsi Sulawesi Tengah itu.

Sekarang pun pemain asal Indonesia yang tengah meniti karier di Polandia, yakni Egy Maulana Vikri menunujukkan kepeduliannya kepada korban bencana gempa dan tsunami yang menimpa negara kelahirannya, tepatnya di Palu-Donggala.

Hal itu terlihat ketika Egy mengajak satu rekan timnya untuk mengucapkan turut berduka cita dan memberikan semangat kepada korban melalui video yang diunggah oleh akun resmi klub Lechia Gdansk.

Egy Maulana Vikri tunjukkan kepedulian kepada korban gempa bumi dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala (Sumber: @lechia_gdansk/Instagram)
Egy Maulana Vikri tunjukkan kepedulian kepada korban gempa bumi dan tsunami yang menimpa Palu-Donggala (Sumber: @lechia_gdansk/Instagram)

 

''Kami dari tim Lechia Gdansk turut berduka cita atas peristiwa yang terjadi di Palu, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan tetap semangat,'' kata pemain kelahiran Medan tersebut yang berada di barisan paling depan.

Setelahnya, skuat Lechia Gdansk menyambutnya dengan mengatakan ''Kami mendukung Indonesia,''.

Kepedulian Egy Maulana Vikri dan Lechia Gdansk ini pun mendapat respons positif dari netizen Indonesia yang membanjiri kolom komentar dengan mengucapkan terima kasih.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 4 Oktober 2018 pukul 17:00 melalui akun Twitter resminya, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 1.558 jiwa.

Sementara untuk kerusakan rumah, BNPD mencatat terjadi kerusakan rumah sebanyak 65.733. Kemudian jumlah orang yang mengungsi mencapai angka 70 ribu lebih yang kini sekarang ditampung di 141 titik pengungsian.

Berita Terkait

Berita Terkini