Bolaindonesia

Media Italia Sanjung Jordi Amat, Hidup dan Kariernya Bak Naskah Film Hollywood

Media Italia sanjung Jordi Amat yang kini bela Timnas Indonesia.

Galih Prasetyo

Pesepak bola Spanyol, Jordi Amat, mencium bendera Merah Putih di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (17/11/2022), setelah dirinya resmi menjadi warga negara Indonesia. (ANTARA/Michael Siahaan)
Pesepak bola Spanyol, Jordi Amat, mencium bendera Merah Putih di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Jakarta, Kamis (17/11/2022), setelah dirinya resmi menjadi warga negara Indonesia. (ANTARA/Michael Siahaan)

Bolatimes.com - Keputusan Jordi Amat untuk membela Timnas Indonesia rupanya masih jadi sorotan sejumlah media asing. Salah satu media di Italia bahkan mengulas bagaimana perjalanan Jordi Amat hingga mendapat gelar Pangeran. 

Dalam laporannya, media Italia, Il Fato Quotidiano menyoroti soal gelar kerajaan yang didapat Jordi Amat karena memiliki garis keturunan dari sang nenek. 

Seperti diketahui, nenek dari Jordi Amat adalah erupakan keturunan dari raja Nusantara yakni M.D Kansil atau Manalang Doelag Kansil yang tak lain raja ke-17 Kerajaan Siau di Sulawesi Utara. 

Pada Juli 2021, Jordi Amat mendapatkan gelar dari Kesultanan Adat Nusantara. Gelar kerajaan yang didapat sempat diunggah oleh Jordi Amat di akun Instagram pribadinya. 

Hidup Jordi Amat telah berubah dan kini memiliki gelar Pangeran, begitu tulis media Italia tersebut. Dalam sepak bola tulis Il Fato Quotidiano, gelar pangeran atau raja bukan hal baru. 

"Banyak contohnya seperti Pele, (Enzo) Francescoli, (Franz) Beckenbauer, hingga (Michel) Platini. Namun, tidak akan berubah si pemain jika gelar itu tak menjadi de facto untuk dirinya,"

Dalam ulasannya, Jordi Amat disebut sebagai sosok yang memiliki kehidupan bak naksh di film Hollywood. Amat terlahir di Canet de Mar, kota kecil berpenduduk 12.500 jiwa, letaknya 43 kilometer sebelah utara Catalonia. 

Jordi Amat lahir di kota tersebut pada 21 Maret 1992. Usia 7 tahun, ia kemudian bergabung ke tim junior Espanyol hingga pada 2009 bisa menembus ke tim B Espanyol. 

Ialah pelatih asal Argentina, Mauricio Pochettino kemudian memanggilnya ke skuat utama Espanyol pada 24 Januari 2010 saat melawan Real Mallorca. Pada akhir musim itu, Jordi Amat memainkan 6 laga. 

Musim berikutnya menjadi titik balik penampilan Jordi Amat sebagai pemain muda. Ia melakoni 28 pertandingan dan berhasil mengantarkan Espanyol finish di urutan ke-8 klasemen LaLiga. 

Singkat cerita, Swansea kemudian gelontorkan 2,5 juta poundsterling untuk rekrut Jordi Amat. Kontrakanya empat tahun. Namun ia mendapat kesulitan bermain di Liga Inggris pada musim kedua. 

Ia pun dipinjamkan ke Real Betis hingga akhirnya direkrut permanen oleh Rayo Vallecano. Di Spanyol, sebenarnya Jordi Amat menemukan bagian terbaik dalam karier sepak bolanya. Namun itu belum cukup untuk mengubah kehidupannya. 

Pada 2018, ia bermain di klub menengah Liga Belgia, Eupen dan selama tiga tahun tanpa kepuasaan besar. Hingga akhirnya setelah mendapat WNI, Jordi Amat putuskan bermain di klub kaya Malaysia, Johor Darul Tazim. 

Berita Terkait

Berita Terkini