Bolaindonesia

Biar Makin Jago, Ini 8 Cara Membaca Arah Tendangan Penalti buat Kiper

Bagi kamu yang sedang merintis jadi kiper wajib baca ini

Irwan Febri Rialdi

Aksi kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi saat gagalkan tendangan penalti pemain Genoa. (Twitter/@FT_Italiano)
Aksi kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi saat gagalkan tendangan penalti pemain Genoa. (Twitter/@FT_Italiano)

Bolatimes.com - Kiper menjadi palang pintu terakhir tim sepak bola terhindar dari kebobolan, salah satu kemampuan yang wajib dimiliki adalah membaca arah tenangan penalti.

Thibaut Courtois, Manuel Neuer hingga Alisson Becker merupakan sederet kiper yang memiliki kemampuan lebih saat membaca arah tendangan penalti.

Perlu adanya fokus dan teknik tinggi untuk bisa membuat diri mendapatkan kualitas mumpuni dalam membaca arah tendangan penalti.

Terdapat beberapa cara agar seorang kiper bisa membaca situasi serta kondisi dari pemain yang memungkinkan menyelamatkan gawang dari kebobolan.

Lantas kiat apa saja yang harus dilakukan untuk bisa menjadi penjaga gawang mumpuni ketika dihadapkan kondisi penalti, berikut di antaranya.

1. Perhatikan Mata Penendang

Apabila penendang berulang melihat area tertentu gawang, kemungkinan titik tersebut akan ditempatkan bolanya.

Mata penendang bisa memberi petunjuk kecil, contohnya jika melihat ke arah atas atau langit berarti akan ditendangkan di antara tiang gawang.

Namun mata penendang ini juga bisa dijadikan trik tipuan, tujuannya agar kiper melompat ke arah yang salah.

2. Perhatikan Cara Penendang Mendekati Gawang

Apabila penendang mendekati gawang dari sisi, seringnya arah tendangan akan ditempatkan pada sudut gawang yang berlawanan.

Jika penendang mendekati gawang lurus dari depan, arah tembakan lebih sulit karena penendang lebuh mudah berporos ke arah yag berbeda.

3. Perhatikan Penempatan Badan Penendang

Lihat kaki tumpuan, jika kaki yang tidak digunakan menjejak di tanah, maka bola yang ditendang akan mengikuti arah ke mana kaki tumpuan menunjuk.

Perhatikan panggul penendang, karena arah panggul biasanya mengikuti arah kaki, bola yang ditendang juga akan menuju ke arah panggul.

Perhatikan kepala penendang, petunjuk arah tendangan bola diperoleh dari kepala penendang, apabila diturunkan kmudian menarik kaki kebelakang, kemungkinan akan dilakukan cross-body.

Jika kepala lurus, kemungkinan arah tendangan ditempatkan pada sudurt yang berlawanan dari sebelumnya.

4. Perhatikan Bola

Disebut dengan cara penyelamatan reaksioner, kiper membutuhkan refleks yang cepat dan kepercayaan diri mengikuti bola setelah ditendang.

Jika kiper mendapat perhatian dan posisi tubuh penendang penalti bisa diselamatkan, hal ini perlu dicoba beberapa kali dalam latihan.

5. Bereaksi Pada Bola

Punya komitmen, apa pun yang terjadi keraguan akan berujung pada kesalahan dan membiarkan gawang kebobolan.

Jika penendang rendah, terjun dan tangkap bola dengan tangan, jika bola meluncur tinggi sebaiknya melompat dari pada harus terjun.

Jika banyak pemain lawan di area gawang, segera membuang bola dan tendang sejauh yang bisa dilakukan saat itu.

Bereaksi dengan cepat, namun jangan terlalu cepat karena tendangan penalti pada umumnya tidak terlalu kuat sehingga harus diselamatkan.

6. Gunakan Insting

Jangan abaikan insting, terutama saat mengantisipasi tembakan lawan, perlu menggunakan otak sebaik mungkin agar petunjuk bawah sadar dan samar sehingga otot akan menerima impuls refleks.

7. Gunakan Ilusi Optik, Agar Memperoleh Keuntungan

Jangan berdiri di tengah gawang, penelitian menyebut berdiri di dekat pada salah satu tiang gawang bisa memengaruhi persepsi penendang mengarahkan bola ke arah yang lebih terbuka.

Kiper bisa melompat secara strategis untuk menghentikan tembakan, buat diri lebih besar sehingga penendang kehilangan konsentrasi.

8. Komunikasi dengan Rekan Setim

Biasakan untuk berkomunikasi dengan rekan setim, sesaat sebelum tendangan penalti dilakukan pemain lawan.

Pakai waktu untuk berkomunikasi terkait adanya pola unik dalam permainan penendang, sehingga antisipasi yang dilakukan bisa dilakukan dengan benar.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini