Bolaindonesia

Menilik Peluang Indonesia Dapat Sanksi dari FIFA usai Tragedi Kanjuruhan, Tipis!

Peluang Indonesia dijatuhi hukuman dari FIFA tipis?

Gagah Radhitya Widiaseno

Tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]
Tragedi Kanjuruhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Bolatimes.com - Tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya membuat Indonesia berpotensi dijatuhi sanksi oleh FIFA.

Hal ini lantaran ratusan korban meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi di Malang, Jawa Timur tersebut.

Tragedi Kanjuruhan ini ternyata masuk dalam tiga daftar pertandingan sepakbola yang mematikan. Namun posisi teratas bukan Indonesia, melainkan kejadian di Estadio Nacional, Lima, Peru pada 1964 silam.

Lalu apakah atas tragedi berdarah ini, Indonesia dijatuhi sanksi dari FIFA?

Jika menilik dari sejarah sebelumnya, ternyata dari daftar pertandingan sepakbola yang memakan korban, tak satupun negara yang dijatuhi hukuman FIFA.

Tragedi yang paling baru sebelum Kanjuruhan ini terjadi di Mesir, tepatnya di Port Stadium tahun 2012 silam.

Pada pertandingan yang mempertemukan Al Masry dan Al-Ahly terjadi ricuh di stadion. Setidaknya terdapat 73 orang tewas dalam pertandingan tersebut. Ribuan suporter Al-Masry menyerbu lapangan dan kemudian menyerang pendukung Al-Ahly.

Insiden ini ternyata tak membuat FIFA menjatuhi hukuman pada Mesir meskipun pemerintah Mesir memberhentikan sejumlah pejabat Federasi Sepak Bola Mesir (EFA).

Presiden FIFA kala itu, Sepp Blatter mengatakan kalau pejabat yang dipecat pemerintah akan dikembalikan lagi ke EFA karena bertentangan dengan aturan FIFA.

Lalu bagaimana dengan tragedi Kanjuruhan ini? Apakah nantinya FIFA akan memberi sanksi?

Hingga saat ini memang FIFA belum menjatuhi hukuman ke Indonesia. Jika dilihat dari insiden sebelumnya, peluangnya cukup kecil.

Namun dari pemerintah Indonesia sendiri sudah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) dan tengah melakukan investigasi terkait tragedi ini.

Berita Terkait

Berita Terkini