Bolaindonesia

Tangis Presiden Arema FC Pecah Saat Takziah ke Rumah Duka Pentolan Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan

Petinggi Arema FC sambangi rumah duka keluarga pentolan Aremania.

Husna Rahmayunita | Arif Budi Setyanto

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana sambangi rumah duka keluarga pentolan Aremania Sam Nawi. (Bolatimes.com/Arif Budi)
Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana sambangi rumah duka keluarga pentolan Aremania Sam Nawi. (Bolatimes.com/Arif Budi)

Bolatimes.com - Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana bertakziah ke Korwil Aremania Singosari, yaitu Iwan Junaedi atau yang akrab disapa Sam Nawi. Tangis pecah ketika Juragan 99 beserta istrinya bertemu dengan keluarga korban.

Dari pantuan di lapangan, Gilang Widya Pramana tiba di rumah duka yang berada di Desa Watugede, Singosari, Kabupaten Malang sekitar jam 1 siang. Ia langsung disambut oleh keluarga.

Tangis pecah ketika Gilang berpelukan dengan kakak kandung almarhum Sam Nawi bernama Yuli Agus Sumarno. Selain itu, istri mendiang Eka Wulandari beserta tiga anaknya juga menyambut Presiden Arema FC tersebut.

Sebagai informasi, Sam Nawi merupakan salah satu pentolan Aremania. Ia menjadi korban meninggal dunia ketika tragedi Kanjuruhan usai Arema FC berlaga melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (3/10/2022) lalu.

Dalam takziah itu, Presiden Arema FC menyempatkan berbincang dengan pihak keluarga. Gilang juga memberikan santunan yang diterima langsung oleh istri almarhum.

"Untuk korban meninggal dunia, kami memberikan santunan. Meski uang santunan itu tidak bisa mengembalikan nyawa, tapi paling tidak bisa meringankan keluarga yang ditinggalkan," ucap Gilang usai takziah pada Senin, (3/10/2022).

Adapun Gilang menambahkan jika ada suporter yang menjadi korban luka-luka dan bingung untuk berobat bisa langsung datang ke kantor klub.

Sebelumnya di konferensi pers, Gilang mengatakan bahwa korban meninggal dunia mendapatkan santunan Rp10 juta, luka berat Rp5 juta, dan luka ringan Rp 2 juta.

Berita Terkait

Berita Terkini