Bolaindonesia

Menpora Klaim Banyak Pemain Keturunan yang Ingin Bela Timnas Indonesia, tapi ...

Ada banyak pemain keturunan yang ingin bela Timnas Indonesia

Irwan Febri Rialdi | Adie Prasetyo Nugraha

Menpora, Zainudin Amali. (Dok: Kemenpora)
Menpora, Zainudin Amali. (Dok: Kemenpora)

Bolatimes.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengklaim banyak pemain keturunan yang ingin menjadi WNI, terutama membela Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2023.

Amali menjelaskan sejauh ini belum ada pengajuan nama-nama pemain naturalisasi dari PSSI. Meski diakui sebelumnya ada tiga nama pemain, namun tidak cocok dengan Pelatih Shin Tae-yong.

Mereka adalah Jim Croque, Kai Davy Boham, dan Max Christofel. Tiga pemain asal Belanda tersebut telah dipulangkan oleh Pelatih Shin Tae-yong.

Pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong (kedua kanan) memberikan instruksi saat memimpin latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022). Latihan tersebut dalam rangka persiapan untuk menghadapi laga kualifikasi Piala Asia U-20 2023. ANTARA FOTO/Moch Asim/foc.
Pelatih Timnas U-19 Shin Tae-yong (kedua kanan) memberikan instruksi saat memimpin latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022). Latihan tersebut dalam rangka persiapan untuk menghadapi laga kualifikasi Piala Asia U-20 2023. ANTARA FOTO/Moch Asim/foc.

"Kalau itu belum ya, yang sudah itu yang Jordi Amat dan Sandy Walsh itu untuk (timnas) senior persiapan untuk Piala Asia nanti," kata Amali saat ditemui awak media di komplek Istana, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

"Kalau yang untuk U-20 belum, kemarin sempat ada tiga calon (pemain) tapi kemudian dikembalikan coach Shin Tae-yong karena kelihatan gak cocok."

"Banyak sih yang mau, tetapi kan kualifikasinya harus benar-benar memenuhi standar yang diinginkan," ucapnya.

Sebelumnya, Shin Tae-yong sudah mengajukan beberapa nama ke PSSI untuk diproses agar bisa membela Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 2023. Namun, sampai sekarang belum diketahui siapa saja sosok pemain-pemain tersebut.

"Naturalisasi di zaman saya itu saya persulit, tidak mudah, klub tidak bisa lagi mengusulkan nama. Saya hanya merekomendasi naturalisasi kalau itu diminta oleh federasi oleh PSSI sehingga selektif," ia menambahkan.

"Dan naturalisasi itu adalah program jangka pendek, jangka panjang kita tetap pembinaan," pungkas Zainudin Amali.

Berita Terkait

Berita Terkini