Bolaindonesia

Belum Bisa Berbahasa Indonesia, Ini Cara Shin Tae-yong Bangun Kedekatan dengan Pemain Timnas Indonesia U-19

Shin Tae-yong punya strategi jitu bangun kedekatan dengan pemain Timnas Indonesia U-19 meski belum bisa bahasa Indonesia.

Rauhanda Riyantama | Arif Budi Setyanto

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. (Bolatimes.com/Arif Budi)
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. (Bolatimes.com/Arif Budi)

Bolatimes.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong memang masih belum bisa berbahasa Indonesia. Meski terkendala bahasa, tak menyurutkan dirinya untuk membangun kedekatan dengan para pemain.

Lantas bagaimana cara Shin Tae-yong mendekatkan diri kepada Marselino Ferdinan dkk di skuad Garuda Nusantara? Pelatih asal Korea Selatan itu mengakui bahwa ia menggunakan action langsung.

Sebagaimana diketahui, Shin Tae-yong kerap beberapa kali menjahili para pemainnya. Pelatih asal Korea Selatan itu terhadap menjambak rambut pemain, mencubit, membekap atau memberikan gestur tertentu.

Diakui bahwa cara tersebut saat ini digunakan oleh Shin Tae-yong demi dekat dengan pemainnya. Hal itu disampaikannya setelah ia memimpin latihan timnas Indonesia U-19 jelang laga kedua Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 melawan Hong Kong.

"Memang PDKT saya caranya seperti itu, mencubit, bekap atau apapun. Karena saya belum bisa berbahasa Indonesia, jadi caranya (pendekatan) seperti itu saat ini," ucapnya kala ditemui di Lapangan Thor, Surabaya pada Kamis (15/9/2022).

Ditambah Shin Tae-yong kini juga masih ditemani oleh penerjemahnya, Jeong Seok-seo untuk menyampaikan instruksi atau berkomunikasi dengan para pemainnya.

Terlepas dari itu, timnas Indonesia U-19 saat ini sedang fokus di Kualifikasi Piala Asia U-20 2023. Pada laga pertama, Garuda Nusantara sudah mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 4-0.

Selanjutnya timnas Indonesia U-19 akan melanjutkan perjalanan di Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 menghadapi Hong Kong pada hari ini, Jumat (16/9/2022) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

Berita Terkait

Berita Terkini