Bolaindonesia

Pelatih Filipina U-16 Kesal Tak Dapat Penalti, Bima Sakti Tegaskan Wasit yang Beri Keputusan

Bima Sakti beri tanggapan soal kritik pelatih Filipina.

Husna Rahmayunita | Arif Budi Setyanto

Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti (kiri) dan penyerang skuadnya Arkhan Kaka Purwanto memberikan keterangan kepada pewarta usai laga Grup A Piala AFF U-16 2022 kontra Filipina di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (31/7/2022). Indonesia memenangkan laga itu dengan skor 2-0. (Michael Siahaan)
Pelatih tim nasional U-16 Indonesia Bima Sakti (kiri) dan penyerang skuadnya Arkhan Kaka Purwanto memberikan keterangan kepada pewarta usai laga Grup A Piala AFF U-16 2022 kontra Filipina di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (31/7/2022). Indonesia memenangkan laga itu dengan skor 2-0. (Michael Siahaan)

Bolatimes.com - Pelatih Filipina U-16 Christopher Pedimonte menyebut timnya seharusnya mendapat hadiah penalti hingga membuat juru taktik Timnas Indonesia Bima Sakti angkat bicara.

Pada laga perdana Gru A Piala AFF U-16 2022, Minggu (31/7/2022), Timnas Indonesia U-16 menang dengan skor 2-0 atas Filipina berkat gol Arkhan Kaka dan gol bunuh diri pemain Filipina.

Christopher Pedimonte mengatakan timnya layak mendapatkan hadiah penalti. Pernyataan itu merujuk insiden tabrakan antara kiper timnas Indonesia, Andrika Fathir Rachman dengan Jared Pena.

Insiden ini berawal ketika tim junior The Azkals melakukan serangan balik. Kapten Filipina U-16, Jared Pena lolos dari kawalan dan langsung hadap-hadapan dengan kiper skuad Garuda Asia, Andrika.

Terjadi benturan di area yang dekat kotak penalti dan membuat Jared Pena terjatuh. Beruntung wasit tidak menganggap itu pelanggaran.

Ternyata keputusan wasit langsung diprotes keras oleh Christopher Pedimonte. Akan tetapi, protes pelatih Filipia U-16 tersebut tak digubris.

"Saya berpikir itu penalti. Dari pengamatan saya (insiden) itu seharusnya penalti," ucap Christopher saat jumpa pers setelah pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Mingggu (31/7/2022) malam.

"Kami harus meninjau ulang insiden itu. Namun, dari sudut pandang saya itu adalah penalti," tegas pelatih Filipina U-16.

Di sisi lain, Bima Sakti memandangnya berbeda. Menurut juru latih berusia 46 tahun tersebut insiden ini masih 'abu-abu' antara penalti atau tidak, sehingga wasit yang bisa memutuskan.

"Itu wasit yang bisa melihat, kemudian ada hakim garis juga. Saya pikir mereka yang ambil keputusan. Kalau saya melihat tipis ya antara penalti atau tidak, tapi semua kembali ke wasit," ucap Bima Sakti.

Berita Terkait

Berita Terkini