Bolaindonesia

5 Alasan Proses Naturalisasi Jordi Amat Harus Dilanjutkan meski Gabung JDT

Keputusan Jordi Amat gabung JDt tuai polemik, termasuk isu pembatalan naturalisasi.

Rauhanda Riyantama

Jordi Amat resmi gabung Johor Darul Takzim (JDT). (Twitter/@officialjohor)
Jordi Amat resmi gabung Johor Darul Takzim (JDT). (Twitter/@officialjohor)

Bolatimes.com - Berikut sederet alasan mengapa naturalisasi Jordi Amat harus tetap dilanjutkan kendati dirinya baru-baru ini menuai kontroversi dengan bergabung klub Malaysia, Johor Darul Ta’zim.

Belakangan ini, sepak bola Tanah Air diributkan dengan keputusan Jordi Amat yang bergabung raksasa sepak bola Malaysia, Johor Darul Ta’zim.

Pemain kelahiran Spanyol itu sejatinya banyak diminta oleh pendukung Tanah Air untuk tetap berkarier di Eropa usai kontraknya habis dengan KAS Eupen.

Namun, dirinya malah memilih berlabuh ke Asia Tenggara dan bergabung Johor Darul Ta’zim yang notabene tak punya pesaing di Liga Malaysia.

Keputusan Jordi Amat ini pun menuai protes di kalangan pendukung Timnas Indonesia yang takut jika kualitasnya menurun.

Bahkan gelombang protes ini sampai ke telinga Anggota Komisi X DPR RI, Syaiful Huda yang menyebut dirinya menolak naturalisasi Jordi Amat lewat unggahan di akun Instagram-nya.

Pernyataan dari Syaiful Huda ini mendapat dukungan dari pendukung Indonesia yang kesal Jordi Amat bergabung JDT.

Meski demikian, ada beberapa alasan mengapa seharusnya naturalisasi Jordi Amat seharusnya tetap berjalan saja, kendati dirinya bergabung JDT.

Apa saja alasan itu?

1. Pengalaman Jordi Amat

Jordi Amat boleh jadi telah menginjak kepala tiga, sehingga jika dinaturalisasi pun, dirinya hanya menjadi opsi jangka pendek bagi Timnas Indonesia.

Namun, Jordi Amat seharusnya tetap dinaturalisasi mengingat pengalamannya yang tinggi, karena pernah bermain di Spanyol, Inggris, dan juga Belgia.

2. Bakal Punya Fasilitas Mumpuni

Bergabung di tim sekelas JDT akan membuat Jordi Amat memiliki fasilitas yang mumpuni, terutama untuk menjaga penampilannya di usia yang telah menua.

JDT sendiri bisa dikatakan klub yang maju di Asia Tenggara dan punya fasilitas mumpuni yang bisa menjaga fisiknya tetap terjaga.

3. Malaysia Masuk 10 Besar Kompetisi Asia

Banyak yang menyayangkan Jordi Amat bergabung JDT karena level Liga Malaysia yang dipandang rendah ketimbang negara Asia lainnya.

Faktanya, Malaysia masuk dalam 10 besar kompetisi di Asia dan JDT merupakan klub yang rutin bermain di Liga Champions Asia, sehingga level permainan Jordi Amat akan tetap terjaga.

4. Soal Kultur dan Wilayah

Jordi Amat tentu punya alasan lain mengapa dirinya bergabung JDT. Hal ini tak lepas dari caranya memahami kultur sepak bola Asia Tenggara.

Selain itu, jarak Malaysia dan Indonesia yang tak begitu jauh membuat dirinya bisa dekat dengan Tanah Air dan bisa sewaktu-waktu datang lebih cepat untuk membela tim Merah Putih.

5. Bisa Terjun di Piala AFF

Memang benar bahwa Piala AFF tak masuk kalender FIFA, sehingga pihak klub boleh melarang pemainnya berpartisipasi di ajang ini.

Namun Jordi Amat bisa saja terjun di Piala AFF selama membela JDT, mengingat Liga Malaysia biasanya dihentikan atau telah usai.

Hal ini akan terasa berbeda jika Jordi Amat membela klub Eropa, di mana dirinya bisa ditahan dan tak bisa bermain bagi Timnas Indonesia di Piala AFF seperti yang pernah dialami Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman.

Berita Terkait

Berita Terkini