Bolaindonesia

Persis Solo Dibungkam PSIS Semarang, Kaesang Pangarep: Biasa Aja

Persis Solo kalah tipis dari PSIS Semarang.

Husna Rahmayunita

Potret Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep berswa foto dengan piala juara Liga 2. (Instagram)
Potret Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep berswa foto dengan piala juara Liga 2. (Instagram)

Bolatimes.com - Direktur Utama Persis Solo Kaesang Pangarep menanggapi santai kekalahan timnya dari PSIS Semarang di Piala Presiden 2022, Selasa (21/6/2022).

Pada laga yang digelar di Stadion Manahan Solo kemarin, PSIS Semarang tampil dominan. Klub Mahesa Jenar unggul 2-1 atas tuan rumah.

Dua gol tim Laskar Mahesa Jenar masing-masing dicetak Alfeandra Dewangga dan Carlos Fortes di masing-masing babak. Sementara Persis Solo sempat menyamakan skor melalui sundulan kapten tim, Fabiano Beltrame.

Saat dikonfirmasi pewarta, Bos Persis Solo Kaesang Pangarep tidak terlalu kecewa dengan kekalahan timnya tersebut.

"Biasa wae toh (kalah) wasitnya dibayar. Kan dibayar PSSI toh,” ujar Kaesang dikutip kanal youtube berita surakarta saat ditemui awak media.

Disinggung mengenai evaluasi tim, putra bungsu Presiden Jokowi itu sepenuhnya menyerahkan hal itu pada pelatih Jaksen F Tiago.

"Yang evaluasi pelatih noh (Jaksen), ngopo aku. Aku rak mudeng," paparnya.

Selain itu, saat disinggung soal keinginannya menjadi Ketua Umum PSSI. Kaesang kembali menjawab bahwa dirinya siap menjadi suksesor Iwan Bule.

"Iyo (Ketua Umum PSSI)," tandas Kaesang sembari memberikan jempolnya.

Sementara itu, pelatih Persis Solo Jaksen F Tiago meminta maaf lantaran para pemainnya sempat nervous di awal pertandingan sehingga sering kehilangan bola.

"Kami tidak mampu menjaga konsistensi. Permainan ini sangat jauh dibanding apa yang kami bisa bermain," kata Jacksen seusai laga.

Juru taktik asal Brasil itu mengakui, di babak pertama sektor pertama sangat tidak maksimal. Transisi sangat kurang baik dan sering kehilangan bola.

Baru babak kedua Persis Solo sedikit bisa memberi perubahan. Pergantian pemain sedikit memberi kebaikan.

"Ada beberapa simulasi dan variasi. Tapi tidak mengangkat permainan tidak ada dampak. Bukan main jelek tapi tidak membawa dampak baik. Selain Zanadin, tidak terjadi. Pergantian yang saya lakukan itu gagal," tegas Jacksen F Tiago.

Kontributor : Fitroh Nurikhsan

(SuaraSurakarta.id)

Berita Terkait

Berita Terkini