Bolaindonesia

Thomas Doll Tak Senang Persija Jakarta Long Pass Terus, Tak Sesuai Instruksi

Thomas Doll tak puas dengan anak asuhnya

Irwan Febri Rialdi | Adie Prasetyo Nugraha

Pelatih Persija Thomas Doll (kiri) memperhatikan para pemain saat latihan di Lapangan Nirwana Park, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/5/2022). Persija Jakarta merekrut pelatih dan asisten pelatih baru untuk memperkuat tim guna menghadapai kompetisi Liga 1. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom
Pelatih Persija Thomas Doll (kiri) memperhatikan para pemain saat latihan di Lapangan Nirwana Park, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Rabu (25/5/2022). Persija Jakarta merekrut pelatih dan asisten pelatih baru untuk memperkuat tim guna menghadapai kompetisi Liga 1. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom

Bolatimes.com - Pelatih Persija Jakarta, Thomas Doll, tidak puas dengan penampilan anak asuhannya  yang memainkan bola panjang terus, tidak sesuai apa yang diinginkan.

Pada akhir pekan lalu Macan Kemayoran --julukan Persija-- menjalani laga uji coba melawan tim akademi. Dalam pertandingan ini, Doll tidak mencari hasil akhir melainkan melihat perkembangan tim.

Sosok asal Jerman itu memiliki beberapa catatan tentang bagaimana anak asuhnya memainkan sepakbola. Terdapat hal yang tidak ia sukai dari permainan yang diperlihatkan terutama mengenai bola panjang.

"Saya belum puas melihat tim yang saya turunkan di babak pertama karena masih banyak bola-bola panjang. Lini tengah pun masih belum banyak bergerak," kata Doll dilansir dari laman resmi klub.

"Yang menjadi perhatian di sini bukan masalah bagaimana mereka melakukan penyerangan atau bertahan. Tapi dari segi bagaimana mereka memahami cara bermain,” sambungnya.

Dalam laga uji coba melawan tim internal skuad Persija dibagi ke dalam dua kelompok dan memainkan masing-masing per babak.

Doll melihat kedua tim itu memiliki permainan yang berbeda satu sama lain. Ia menyebut tim yang turun di babak kedua lebih baik ketimbang sebelumnya.

“Untuk tim yang diturunkan di babak kedua lebih baik. Mungkin mereka sudah memahami jalannya permainan dan saya bisa melihat siapa yang mampu berlari selama 45 menit," terang Doll.

"Saya bisa lihat siapa yang bisa mengikuti dan siapa yang belom siap mengikuti sistem permainan. Hal ini juga bagus karena semua mendapat kesempatan bermain dan dapat membantu Saya siapa yang siap untuk bermain nantinya," pungkas Thomas Doll.

Berita Terkait

Berita Terkini