Bolaindonesia

Baru Promosi, 3 Alasan Persis Solo Bisa Langsung Juara Liga 1 2022/2023

Persis Solo memang baru promosi. Namun, dengan alasan-alasan berikut ini, klub miliki Kaesang itu berpotensi langsung menjuarai Liga 1 2022/2023

Irwan Febri Rialdi

Persis Solo juara Liga 2 2021 usai mengalahkan Rans Cilegon FC dengan skor 2-1 pada babak final di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/12/2021). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Persis Solo juara Liga 2 2021 usai mengalahkan Rans Cilegon FC dengan skor 2-1 pada babak final di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/12/2021). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Bolatimes.com - Persis Solo merengkuh gelar juara Liga 2 2021 usai mengalahkan RANS Cilegon United di partai final dengan skor tipis 2-1, Kamis (30/12/2021).

Kepastian gelar juara Liga 2 2021 Persis Solo didapat setelah pada partai final mengandaskan perlawanan RANS Cilegon UNITED, brace Irfan Bachdim jadi penentu.

Pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor itu berakhir dengan skor 2-1, dua gol Persis Solo tercipta lewat aksi ciamik Irfan Bachdim.

Sementara itu satu gol RANS Cilegon United tercipta melalui eksekusi penalti Alfin Tuasalamony, kedudukan tersebut bertahan hingga laga selesai.

Hasil ini membuat Persis Solo semakin digadang-gadang menjadi salah satu pesaing gelar juara Liga 1 2022 musim depan meski berstatus tim promosi.

Selain kualitas yang sudah dibuktikan, Laskar Sambernyawa juga memiliki modal kuat lain sebagai calon jawara kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu.

Setidaknya terdapat 3 faktor yang bisa membuat Persis Solo masuk ke bursa calon juara Liga 1 2021, berikut di antaranya.

1. Dana Melimpah

Menilik dari harga pasar Persis Solo saat melakoni Liga 2 2021, klub milik Kaesang Pangarep ini menjadi yang termahal dari kontestan lain.

Persis memiliki nilai pasar hingga 2,2 juta euro atau sekitar Rp37,7 miliar, nilai ini merupakan total akumulasi dari prakiraan harga pasar para pemainnya.

Berisi nama-nama beken seperti Sandi Sute, Alberto Goncalves, hingga Irfan Bachdim semakin menegaskan Persis memiliki dana yang melimpah.

Persis menjelma sebagai klub sultan setelah diakuisisi oleh putra bungsu Presiden Joko Widodo itu, ditambah dengan Erick Thohir serta pengusaha Kevin Nugroho.

Masalah finansial sepertinya bukan hal yang perlu dikhawatirkan oleh para pemain Persis dan calon pemain masa depan di Liga 1 2022 nanti.

Bukan tak mungkin nama-nama beken lain bakal menyusul merapat ke Manahan dan semakin menjadikan klub ini kuat hingga merengkuh gelar juara.

2. Fasilitas Stadion

Persis Solo merupakan salah satu pemilik stadion termegah di Indonesia, Manahan dengan kapasitas maksimal hingga 25 ribu penonton ini.

Kemewahan Manahan memang sudah terkenal sejak dulu, tak jarang stadion ini banyak menggelar pertandingan-pertandingan penting kompetisi dalam negeri.

Hingga mengalami renovasi dengan total menelan biaya lebih dari Rp300 miliar, fasilitas yang disediakan pun semakin lengkap.

Di antaranya seperti Jacuzi di ruang ganti pemain, ruang pemanasan, penggunaan rumput zoysia japonica, kualitas drainase hingga kapasitas kursi tunggal mencapai 20 ribu.

Stadion menjadi elemen penting sebuah klub, mengingat di Indonesia tak sedikit kontestan yang harus menyewa stadion milik klub lain karena tak memiliki markas sendiri.

3. Manajemen Bagus

Di bawah komando Kaesang Pangarep, Erick Thohir dan Kevin Nugroho, Persis Solo mengandalkan kalangan pemuda dalam mengurus manajemen klub.

Sempat diremehkan di awal musim, manajemen klub Persis membuktikan dengan raihan gelar juara Liga 2 2021 yang baru saja direngkuh.

Kaesang Pangarep menjadi motor dari manajemen tim, ia selalu memberi evaluasi terhadap kinerja Persis baik saat memetik kemenangan maupun menelan kekalahan.

Seperti halnya merekrut Jacksen F Tiago sebagai manajer klub, tanpa mengesampingkan Eko Purdjianto selaku pelatih tim ketika kompetisi memasuki babak 8 besar.

Hal itu dilakukan ketika Persis mengalami rentetan hasil buruk, dan terbukti mereka bisa mentas dari kolam kekalahan dan hasil imbang hingga mencapai final.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini