Bolaindonesia

Tak Pernah Tinggal Lama di Indonesia, Ini Syarat Naturalisasi Jordi Amat Cs

PSSI tengah mendalami kemungkinan empat pemain keturunan mereka membela Timnas.

Husna Rahmayunita

Jordi Amat ketika berseragam Swansea City. (Ian MacNicol / AFP)
Jordi Amat ketika berseragam Swansea City. (Ian MacNicol / AFP)

Bolatimes.com - PSSI mengungkap syarat yang harus dilengkapi pemain calon naturalisasi dari Eropa yang direkomendasikan oleh Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Ada empat pemain yang diajukan Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia. Mereka adalah Sandy Walsh, Mees Hilgers, Jordi Amat, dan Kevin Diks.

Hingga kekinian, keempat pemain keturunan belum bisa memperkuat Timas Indonesia. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani membeberkan dokumen yang dibutuhkan calon pemain naturalisasi.

Salah satu syarat utama yakni mereka harus menunjukkan dokumen memiliki keturunan Indonesia. Namun lantaran Jordi Amat Cs tak pernah menetap lama di Indonesia, maka mesti menunjukkan bukti lain.

Mengutip Suara.com, PSSI tengah mendalami kemungkinan mereka membela skuad Merah Putih. Termasuk mengumpulkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk diajukan kepada FIFA.

Salah satunya adalah bukti memiliki darah keturunan Warga Negara Indonesa (WNI). Setelah dipastikan lengkap dan bisa membela skuad Garuda, baru melangkah ke tahap berikutnya pemerintahan.

"Pemain yang dibolehkan untuk kita panggil ini harus punya hubungan dari nenek, kakek, ibu atau ayahnya. Itu harus dibuktikan lewat dokumentasi," kata Hasani saat ditemui, Selasa (30/11/2021).

Sandy Walsh. [@sandywalsh / Instagram]
Sandy Walsh. [@sandywalsh / Instagram]

"Kalau selama ini, kan kaya akte kelahiran penyimpanannya susah. Jadi kalau kita minta, harus sabar menunggu. Karena tanpa ada dasar itu kalau kita ke FIFA itu akan ditolak," terangnya.

Hasani menerangkan empat pemain ini tidak pernah tinggal di Indonesia, sehingga harus dibuktikan dengan cara lain. Berbeda dengan pemain lain seperti Christian Gonzales yang memang sudah menatap lama di Tanah Air, meski tak punya darah keturunan Indonesia.

Hanya saja, untuk saat ini PSSI tidak konsen ke sana. Pihaknya hanya fokus kepada pemain-pemain yang punya darah keturunan Indonesia karena prosesnya akan cepat andai syarat semua terpenuhi.

"Karena kan pemain itu tidak pernah tinggal di Indonesia, kalau pemain itu tinggal di Indonesia contoh seperti Gonzales itu beda. Dia tidak harus punya darah keturunan, tapi pernaha tinggal di kita lima tahun berturut-turut," terang Hasani.

"Tapi yang ini konsentrasi kita adalah mencari pemain keturunan yang mau membela Timnas Indoensia. Jadi ini juga tidak kita paksa."

"Keempat pemain ini mau, tapi secara proses internalnya, kan tidak cepat. Waktu kita minta, karena tanpa dokumen tadi kita tidak bisa bergerak. Kalau sudah ada dokumen lengkap, kita dari federasi bisa cepat," sambungnya.

Setelah semuanya lengkap, PSSI akan melanjutkan proses berikutnya yakni mengajukan permohonan kepada pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Nanti tim legal PSSI akan surati ke pemerintah lewat Kemenpora, setelah itu ke Presiden dan DPR. Nah, sampai saat ini kami belum berani katakan sudah, nanti kalau kita sudah, nggak taunya ada kendala," ungkapnya.

"Secara teoristis ya (bisa bela Timnas Indonesia, andai dokumen lengkap). Tapi, tergantung pemerintah kita juga mengeluarkan tidak kewarganegaraannya itu. Kan step berikutnya ada undang-undangnya," pungkasnya.

(Suara.com/Adie Prasetyo)

Berita Terkait

Berita Terkini