Bolaindonesia

Ketum PSSI Sebut Mr Y Fiktif, Suruhan dari Pengatur Skor Bambang Suryo

PSSI mengklaim Mr Y di Mata Najwa fiktif setelah ada asisten wasit Liga 2 yang mengadu kepadanya

Irwan Febri Rialdi

Mata Najwa, PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-Lagi Begini. (YouTube/MataNajwa)
Mata Najwa, PSSI Bisa Apa Jilid 6: Lagi-Lagi Begini. (YouTube/MataNajwa)

Bolatimes.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa Bambang Suryo adalah sosok yang diduga terlibat dalam pengaturan skor di Liga 3 2021, membujuk seorang asisten wasit Liga 2 untuk berbohong di program televisi "Mata Najwa".

Dalam konferensi pers di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa, Iriawan menyebut Bambang meminta sang asisten wasit untuk berpura-pura menjadi wasit Liga 1 di tayangan itu. Namun, asisten wasit tersebut menolak dan mengadukannya kepada Iriawan.

"Asisten wasit Liga 2 itu datang kepada saya. Dia takut berhadapan dengan Bambang Suryo dan diancam. Dia itu sebenarnya tidak terlibat apa-apa. Karena yang bersangkutan tidak mau, Bambang mencari orang lain dan itu menjadi 'Mr. Y' di Mata Najwa," ujar pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

Tayangan bertajuk Mata Najwa yang disiarkan pada 3 November 2021 mengangkat tema "PSSI Bisa Apa jiid 6: Lagi-lagi Begini". Acara yang dipandu jurnalis Najwa Shihab itu mengundang beberapa narasumber termasuk seseorang yang menyebut dirinya wasit Liga 1 dan mengaku terlibat dalam pengaturan dua pertandingan di Liga 1 Indonesia musim 2021-2022.

Bambang Suryo sendiri juga ada dalam tayangan itu sebagai informan pengaturan skor.

Menurut Iriawan, dirinya mendapatkan kabar bahwa apa yang disampaikan sosok yang disebut "Mr. Y" dalam acara tersebut sudah diatur oleh Bambang Suryo.

Hal itulah yang membuat PSSI tidak mempercayai semua keterangan "Mr. Y" di Mata Najwa.

"Jadi seolah-olah wasit itu 'pemain' semua. Wasit-wasit Liga 1 yang ada saat ini terpukul dengan situasi ini," kata Iriawan.

Para perangkat Liga 1 2021-2022 meliputi 37 wasit dan 47 asisten wasit, kata Iriawan, sudah menandatangani dokumen bermaterai di hadapan notaris yang menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam pengaturan skor dan tidak hadir di Mata Najwa.

Momen itu terjadi ketika PSSI mengadakan pertemuan dengan para wasit-asisten wasit Liga 1 di Solo pada 17 November 2021.

"Saya melihat mereka mempunyai kejujuran. Kalau ketahuan melakukan sesuatu yang tidak benar, saya memastikan karier mereka akan tamat," tutur Iriawan.

PSSI, melalui Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, sudah melaporkan Bambang Suryo, David, Billy dan Anshori yang diduga akan melakukan suap kepada beberapa pemain di Liga 3 Jatim ke Ditreskrimum Polda Jatim.

(Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini