Bolaindonesia

Super Ketat! Pemain Timnas Indonesia U-16 Cuma Boleh Main HP 6 Jam per Hari

Alasannya bagus banget.

Irwan Febri Rialdi

Timnas Indonesia U-16. (Dok. PSSI).
Timnas Indonesia U-16. (Dok. PSSI).

Bolatimes.com - Pelatih Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti, menerapkan aturan tegas terkait penggunaan handphone (HP) saat menggelar pemusatan latihan (TC).

Para pemain Garuda Muda hanya diperbolehkan memegang HP sekitar enam jam selama satu hari. Pembagiannya adalah dua jam di pagi hari dan empat jam pada sorenya.

Selain itu, Marcel Januar Putra dan kolega juga tidak diperbolehkan membawa HP ketika makan. Begitu pula saat ada meeting atau rapat.

Adapun alasan Bima Sakti menerapkan aturan tersebut, yakni agar pemainnya disiplin dan fokus menjalani latihan. Sebab, penggunaan HP berlebihan bisa membuat pemain lupa waktu.

Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti di Lapangan Babek, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (9/9/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pelatih Timnas Indonesia U-16 Bima Sakti di Lapangan Babek, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (9/9/2018). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Kami membuat aturan agar pemain terbisa, karena zaman globalisasi ini mengerikan ya. Saya lihat pemain-pemain banyak yang terbuai, kadang mereka sudah tidak disiplin lagi. Kadang lupa segalanya kalau sudah pegang HP," kata Bima Sakti di Youtube PSSI.

"Oleh karena itu, kami buat aturan, bahkan ada sanksinya. Makan tidak boleh ada HP, meeting tidak boleh ada HP. Jadi, kami kasih waktu, pagi 2 jam, sore ada sekitar 3-4 jam. Setelah itu no HP lagi," lanjutnya.

"Apalagi mau pertandingan. Karena kami tidak mau pemain terlalu sibuk dengan medsos dan hal-hal yang tidak penting. Sedang hal-hal penting mereka lupakan," ujar Bima Sakti.

"Terutama masalah waktu dan disiplin latihan. Displin itu sangat penting. Oleh sebab itu, kita atur penggunaan HP agar fokus dan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan," tuturnya menambahkan.

Bima Sakti juga mengkhawatirkan pengaruh media sosial untuk para pemain Timnas Indonesia U-16. Pujian-pujian di media sosial dianggap bisa memicu star syndrom untuk anak asuhnya.

"Kadang-kadang mereka terpengaruh dengan Instagram dan medsos lain-lain, sampai akhirnya lupa dengan tanggung jawabnya. Saya juga tidak mau para pemain ini menjadi star syndrom. Artinya terbuai dengan pujian orang, merasa sudah bagus, bisa cetak gol, main cantik," ujar Bima Sakti.

"Kita harus selalu belajar-belajar terus. Supaya mereka meniti kariernya, bisa sampai 20 tahun meniti karier lagi," imbuh eks pelatih Timnas Indonesia senior itu.

Timnas Indonesia U-16 akan menggelar TC kedua di Yogyakarta pada 16-28 Februari 2020. Sebanyak 25 pemain akan mengikuti pemusatan latihan tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini