Bolaindonesia

Pedas, Pelatih Timnas Myanmar U-22 Pernah Tuduh Indonesia Tim Arogan

Komentar pedas itu disampaikan pada Februari 2019.

Irwan Febri Rialdi

Pelatih Timnas Myanmar U22, Velizar Popov. (Dok. Zing).
Pelatih Timnas Myanmar U22, Velizar Popov. (Dok. Zing).

Bolatimes.com - Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Myanmar dalam pertandingan semifinal SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12/2019). Menjelang duel itu, ada pernyataan menarik yang pernah dilontarkan Velizar Popov.

Velizar Popov adalah pelatih Timnas Myanmar U-22. Ia pernah menuduh Indonesia sebagai tim arogan. Hal itu dirinya sampaikan setelah berhasil menahan imbang Indonesia dengan skor 1-1 di Piala AFF U-22 2019.

Sebab, Velizar Popov merasa Indonesia telah meremehkan Myanmar di ajang tersebut. Ia beranggapan seperti itu karena Myanmar pernah dibantai 1-7 oleh tim besutan Indra Sjafri di Piala AFF U-18 2017.

"Jika lawan meremehkan kami, itu akan merugikan mereka," kata Popov pada 18 Februari 2019.

"Sebab hari ini saya yakin Indonesia sedikit arogan karena pernah menang 7-1 melawan kami tahun lalu," tuturnya menambahkan.

Namun, setelah sembilan bulan berlalu, Velizar Popov tak lagi menyebut Indonesia tim arogan. Menjelang pertemuan melawan Indonesia, ia menyebut Garuda Muda sebagai tim yang berbahaya dan tangguh.

"Tidak akan mudah memang karena Indonesia sangat kuat. Bagi saya, mereka adalah tim yang paling cepat dan taktis di turnamen. Jadi mereka sangat berbahaya bagi kami dan mereka bisa mengalahkan semua tim," ujar Popov.

"Kami harus bermain pintar dan cerdas secara taktik. Karena Indonesia sangat berbahaya dan memainkan sepakbola yang bagus," lanjutnya.

"Saya tekankan pada para pemain (untuk) nothing to lose, mencoba yang terbaik dan tim yang terbaik akan ke final," tutup mantan pelatih Timnas Maladewa itu.

Sebagai infomasi, Myanmar belum terkalahkan di SEA Games 2019 dengan catatan tiga kemenangan dan sekali imbang. Sementara Indonesia pernah sekali kalah dan meraih empat kemenangan.

Berita Terkait

Berita Terkini