Bolaindonesia

Hajar Wasit, Pemain Persiwa Wamena Dilarang Main Seumur Hidup

Tujuh pemain dilarang main lagi di lingkungan PSSI.

Stephanus Aranditio

Pemain Persiwa Wamena Hajar Wasit Abdul Razak
Pemain Persiwa Wamena Hajar Wasit Abdul Razak

Bolatimes.com - Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Indonesia (Komdis PSSI) menjatuhi hukuman berat terhadap tujuh pemain Persiwa Wamena akibat insiden pengeroyokan wasit pada laga pekan ke-16 Liga 2.

Insiden tersebut terjadi saat pertandingan antara Persegres Gresik United vs Persiwa Wamena di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Sabtu, (15/9/2018) sore WIB.

Kerusuhan dimulai saat wasit Abdul Razak menunjuk titik putih untuk Persegres setelah pemain Persegres, David Faristian dijatuhkan oleh pemain Persiwa, Ryan Ardiansyah saat kedudukan imbang 1-1 pada menit ke-77.

Tak terima mendengar peluit wasit berbunyi, para pemain tim berjulukan Badai Pengunungan Tengah tanpa basa-basi ini langsung mengejar dan memukul wasit Abdul Razak hingga terjatuh.

Pemain Persiwa Wamena Hajar Wasit Abdul Razak
Pemain Persiwa Wamena Hajar Wasit Abdul Razak

 

Salah satu pemain yang memukul terlebih dahulu adalah Aldo Claudio. Pukulan itu diikuti oleh tendangan dan pukulan lain oleh pemain Persiwa lainnya.

Wasit Abdul Razak langsung berdiri dan berlari menyelamatkan diri ke arah ruang ganti, pihak keamanan juga langsung sigap mengamankan beberapa pemain yang masih terus mengejar Abdul Razak.

Kejadian ini menjadi sorotan Komdis PSSI pada rapat mereka tanggal 22 September 2018, hasilnya komdis memutuskan tujuh pemain dijatuhi hukuman berat berupa larangan bermain di lingkungan PSSI.

Wasit Abdul Razak di laga Periwa Wamena vs Persegres Gresik United
Wasit Abdul Razak di laga Periwa Wamena vs Persegres Gresik United

 

Kapten Persiwa Wamena, Aldo Claudio yang melakukan pemukulan pertama kali dijatuhi hukuman paling berat yakni dilarang beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI seumur hidup. Claudio dinilai telah Mendorong, Memukul dan menendang wasit.

Empat pemain Persiwa Wamena lain atas nama Abdul Haris Tuakia, Andreas C. Ado, Darus Ruspandi, dan Adek Edo Kurnia C dijatuhi sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 12 bulan.

Sementara dua pemain sisanya atas nama Hobert Robert E dan Riyan Ardiansyah dijatuhi sanksi larangan beraktifitas sepakbola di lingkungan PSSI selama 6 bulan.

Klub berjulukan Badai Pegunungan itu juga dijatuhi hukuman denda uang senilai Rp 50 juta akibat kejadian itu. Tak berhenti samapi disitu, Persiwa Wamena juga didenda Rp 25 juta karena dinilai sudah melakukan pelemparan ke arah bench lawan saat pertandingan lain antara Persiwa vs PS. Mojokerto Putra, Senin (10/9/2018).

Berita Terkait

Berita Terkini