Bolaindonesia

Lilipaly dan Beto Berpeluang Pecahkan Rekor Timnas Indonesia

Saat ini Lilipaly dan Beto sudah mengantongi tiga gol.

Stephanus Aranditio

Pemain Timnas Indonesia U-23 Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves merayakan gol ke gawang Taiwan saat babak penyisihan grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (12/8/2018) (AFP)
Pemain Timnas Indonesia U-23 Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves merayakan gol ke gawang Taiwan saat babak penyisihan grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi (12/8/2018) (AFP)

Bolatimes.com - Duo pemain senior timnas Indonesia yang dipanggil Luis Milla untuk masuk dalam skuat timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018 Stefano Lilipaly dan Alberto Goncalves (beto) berpeluang untuk mematahkan rekor mantan pemain timnas Indonesia Ferdinand Sinaga.

Kedua pemain itu berpeluang memecahkan rekor Ferdinand Sinaga yang berhasil menjadi top skor Asian Games 2014 dengan koleksi enam gol. Namun, ia gagal menyamai rekor pemain Yordania Odai Al-Saify sebagai pemegang rekor pencetak gol terbanyak Asian Games sejak format U-23 diterapkan pada 2002.

Hebatnya, Ferdinand Sinaga berhasil mencetak enam gol dari dua pertandingan saja. Bahkan saat melawan Timor Leste di partai perdana grup E, Ferdinand mencetak  empat gol (quatrick) pada menit ke-7', 11', 36', 84'. Dua gol sisanya diciptakan ke gawang Maladewa di pertandingan kedua babak penyisihan grup.

Quatrick itu membuat pemain PSM Makassar itu menjadi orang Indonesia pertama yang mencetak empat gol dalam satu pertandingan di Asian Games sepanjang keikutsertaan tim Merah Putih sejak 1951.

Ferdinand Sinaga (AFP)
Ferdinand Sinaga (AFP)

 

Kini, Stefano Lilipaly dan Beto yang sudah mengoleksi tiga gol bisa saja mengalahkan rekor Ferdinand Sinaga, atau bahkan Odai Al-Saify. Pemain Bali United dan Sriwijaya FC itu hanya terpaut satu gol dari pemain Korea Selatan Hwang Ui-jo dan Malaysia Safawi Rasid yang sudah mengoleksi empat gol.

Hal itu bukan tidak mungkin dilakukan oleh Lilipaly dan Beto, mereka berdua selalu menjadi andalan pelatih Luis Milla untuk mengempur pertahanan lawan. Lilipaly sudah bermain 360 menit (bermain penuh dalam 4 laga) dan Beto bermain 250 menit (1 kali cadangan).

Pada fase grup  A saja, Lilipaly telah melesatkan 20 percobaan tembakan dengan 10 diantaranya tercatat menjadi tembakan tepat sasaran ke gawang lawan. Sementara Beto sudah melesatkan 10 percobaan tembakan dengan 5 diantaranya tercatat menjadi tembakan tepat sasaran ke gawang lawan.

Lawan timnas Indonesia U-23 selanjutnya adalah Uni Emirat Arab yang selalu kebobolan dalam tiga pertandingan pada babak fase grup C, total kiper UEA Mohamed Alshamsi sudah empat kali memungut bola dari gawangnya.

Berita Terkait

Berita Terkini