Arena

BWF Takjub dengan Atmosfer Istora Jakarta, Samakan dengan Final Piala Dunia 1966 di Stadion Wembley

BWF terpesona dengan atmosfer kejuaraan bulu tangkis yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Irwan Febri Rialdi

Sejumlah penonton menyaksikan pertandingan babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2022). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Sejumlah penonton menyaksikan pertandingan babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2022). (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Bolatimes.com - Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memberikan pujian setinggi langit untuk pecinta bulu tangkis Indonesia atas antusias dan semangat mereka untuk menghadirkan atmosfer meriah dalam ajang Indonesia Masters dan Indonesia Open di Istora Senayan, Jakarta pada Juni lalu.

Melalui laman resminya, BWF menyampaikan rasa takjub akan besarnya antusiasme masyarakat Indonesia untuk menyaksikan ajang bulu tangkis dunia secara langsung di Istora Senayan.

Indonesia Masters dan Indonesia Open 2022 jadi ajang BWF World Tour pertama di Tanah Air yang kembali digelar dengan penonton pasca menurunya kasus pandemi Covid-19.

Pebulu tangkis tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew melakukan foto bersama dengan para penggemar di kawasan Istora Senayan, Jakarta. [BWF]
Pebulu tangkis tunggal putra Singapura, Loh Kean Yew melakukan foto bersama dengan para penggemar di kawasan Istora Senayan, Jakarta. [BWF]

Sebelumnya, selama dua tahun beruntun, ajang bulu tangkis internasional seperti mati suri di Indonesia. Setelah vakum pada 2020, rangkaian BWF World Tour memang di gelar di Bali setahun berselang, tetapi penonton tidak diperbolehkan hadir.

BWF pun sangat menyambut kembalinya fans bulu tangkis Indonesia ke Istora Senayan. Menurut mereka, kehadiran Badminton Lovers (BL) membuat Istora yang cuma berkapasitas 7.166 tempat duduk, bisa memiliki atmosfer semeriah Stadion Wembley ketika timnas Inggris tampil di final Piala Dunia 1966.

"Istora Senayan, meski berkapasitas 7.166 tempat duduk, bisa sekeras Stadion Wembley yang penuh sesak saat Inggris bertanding di final Piala Dunia," tulis BWF di laman resminya.

Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young melakukan selfie bersama para penggemar di kawasan Istora Senayan, Jakarta. [BWF]
Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young melakukan selfie bersama para penggemar di kawasan Istora Senayan, Jakarta. [BWF]

"Begitu pula, arena Indonesia ini dianggap sebagai rumah bulu tangkis seumur hidup sejak menggelar event [bulu tangkis] perdananya – Piala Thomas 1961."

Tak hanya BWF, para pebulu tangkis dunia pun merasa takjub dengan atmosfer Istora Senayan yang selalu riuh ketika event bulu tangkis diadakan di tempat tersebut.

Dua diantara para pebulu tangkis yang memuji riuhnya Istora Senayan, Jakarta adalah Loh Kean Yew dari Singapura dan tunggal putri andalan Korea Selatan, An Se Young.

“Fansnya luar biasa. Ada begitu banyak cinta di sini dari mereka. Saya benar-benar ingin pergi ke kerumunan dan berterima kasih kepada mereka karena selalu mendukung saya," kata An Se Young.

Hal serupa juga disampaikan pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana yang untuk kali pertama tampil di Istora Senayan bersama partnernya, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

“Itu benar-benar gila di luar sana. Para penggemar terus-menerus berteriak dan bersorak untuk kami," kata Pramudya.

"Saya tidak bisa mendengar Yeremia di lapangan karena suara fans yang keras. Spesial pertama kali main di Istora dan lebih spesial lagi orang tua saya turut menyaksikan,” ungkapnya.

(Suara.com/Arief Apriadi)

Berita Terkait

Berita Terkini