Arena

Sepak Terjang Liliyana Natsir, Legenda Bulu Tangkis Indonesia yang Masuk Hall of Fame BWF

Nama Liliyana Natsir masuk Hall of Fame BWF tahun 2022.

Rauhanda Riyantama

Liliyana Natsir saat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (29/8/2017), sepulang dari Kejuaraan Dunia. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Liliyana Natsir saat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (29/8/2017), sepulang dari Kejuaraan Dunia. [Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]

Bolatimes.com - Legenda bulu tangkis Indonesia, Liliyana Natsir baru saja menorehkan prestasi membanggakan meski sudah pensiun. Namanya berhasil masuk jajaran penghargaan Hall of Fame yang diberikan oleh Badminton World Federation (BWF) pada 18 Juni 2022 mendatang.

Hal ini diungkap oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto lewat akun Twitter pribadinya pada Senin, (06/06/2022) lalu. Lantas bagaimana sepak terjang mantan ganda campuran Tontowi Ahmad tersebut? berikut ulasannya.

1. Latar belakang

Kiprah Butet di dunia bulutangkis berawal saat dirinya meninggalkan rumah dan sekolahnya saat umur 12 tahun di Manado demi bergabung dengan klub PB Tangkas yang berada di Jakarta. 5 tahun berlatih di PB Tangkas, dirinya pun dipanggil untuk masuk ke pemusatan latihan nasional cabang bulutangkis pada tahun 2002.

Tak ayal, kecintaannya terhadap dunia bulutangkis membuatnya meneruskan karirnya sebagai atlet dan berlatih keras selama pelatnas di Cipayung.

2. Pernah menjadi pasangan Nova Widianto

Saat dirinya mengawali karir sebagai atlet profesional, Butet sempat dipasangkan dengan mantan pebulutangkis lainnya, yaitu Nova Widianto yang sering bermain dalam ganda putra atau ganda campuran.

Laga pertama mereka berlangsung saat Piala Sudirman tahun 2003, dilanjutkan dengan Piala Uber tahun 2004. Duet keduanya berhasil memenangkan medali perak pada Olimpiade Beijing 2008 silam. Sederet prestasi duet mereka berdua juga tercatat dalam sejarah bulutangkis Indonesia.

3. Menjadi pasangan main Tontowi hingga pensiun

Duet ganda campurannya tidak berhenti sampai disitu. Setelah dipasangkan dengan Nova, Butet kembali bermain di ganda campuran dan dipasangkan dengan Tontowi Ahmad atau akrab disapa Owi pada pagelaran Asian Games tahun 2010.

Walau laga pertama mereka membuat mereka gagal, namun semua kekalahan tersebut seolah terbayar lunas usai pasangan Butet-Owi memenangkan dua gelar juara super series dan mendapatkan perunggu Kejuaraan Dunia.

4. Pensiun setelah Indonesia Master 2019

Torehan prestasi ganda campuran Butet-Owi ini semakin cemerlang ketika keduanya berhasil memboyong medali emas pada Olimpiade Rio 2016 lalu. Bendera merah putih yang berkibar seolah merefleksikan kehebatan keduanya yang berkarir cemerlang selama duet "maut" tersebut berlanjut.

Namun, tiga tahun setelah berhasil menggondol juara dunia ganda campuran, Butet mengumumkan bahwa dirinya gantung raket atau pensiun sebagai atlet kebanggaan Indonesia. 

Walau sudah pensiun sejak 3 tahun yang lalu, nama Butet tetap melekat di masyarakat sebagai mutiara bulutangkis Indonesia. BWF pun mengakuinya dengan memberikan penghargaan Hall of Fame 2022 kepada Butet.

(Kontributor: Dea Nabila)

Berita Terkait

Berita Terkini