Arena

Cerita Mualaf Eks Pebulu Tangkis Maria Febe Kusumastuti, Terkesan Suara Azan Sejak Kecil

Maria Febe Kusumastuti masuk Islam sejak 2013.

Husna Rahmayunita

Eks pebulu tangkis Maria Febe Kusumastuti. (Instagram/@mariafebe13)
Eks pebulu tangkis Maria Febe Kusumastuti. (Instagram/@mariafebe13)

Bolatimes.com - Maria Febe Kusumastuti, salah satu atlet Indonesia yang memutuskan untuk masuk Islam atau mualaf. Mantan pebulu tangkis ini mantap masuk Islam sejak 2013.

Tentu banyak yang mempertanyakan perjalanan spiritualnya hingga memutuskan untuk berhijrah menjadi mualaf. Kisahnya inilah yang kemudian diungkap Febe di salah satu televisi swasta.

"Sebenarnya saya mengucapkan kalimat syahadat itu tahun 2013," ungkap Maria Febe, dikutip Suara.com pada Senin (4/4/2022).

"Waktu 2013 itu hanya orang tertentu doang (yang tahu saya menjadi mualaf)."

"(Penyebabnya) dari kecil saya suka suara azan," tutur Febe melanjutkan.

Syahdunya panggilan yang ditujukan agar umat Muslim segera mendirikan salat itu rupanya menggetarkan hati Febe hingga membuatnya ikut terpanggil untuk menjadi seorang mualaf.

Febe memutuskan untuk sembunyi-sembunyi dulu ketika pertama kali menjadi mualaf. Pasalnya Febe tidak ingin kehidupan pribadinya terganggu, supaya tetap fokus meraih prestasi sebagai seorang atlet bulu tangkis.

Prosesnya untuk benar-benar memahami agama Islam pun sangat membuat publik terharu. Pasalnya Febe pelan-pelan mendalami agama Islam bersama rekan sejawatnya sesama atlet di asrama.

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Maria Febe Kusumastuti. [Antara/Wahyu Putro]
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Maria Febe Kusumastuti. [Antara/Wahyu Putro]

"(Saya) belajar dulu sedikit-sedikit. Jadi belajar berwudhu, salat," kata Febe. "(Tidak ada gurunya) cuma teman aja, kan kita lingkungannya di asrama. Karena kalau lingkungan asrama kita nggak sembarangan boleh keluar."

Bukan hanya kisahnya ketika menjadi mualaf, pengalaman Febe sampai memutuskan berhijrah dan berhijab juga membuat hati publik bergetar.

"Soalnya yang waktu saya hijrah itu, saya merasa ada ketakutan. Jadi kayaknya kalau saya nggak beribadah itu ada yang kurang gitu rasanya," kata Febe, mengungkap perasaannya hingga mantap mengenakan hijab.

Setelahnya ia pun meminta izin kepada sang suami untuk mengenakan hijab. Keinginannya ini rupanya direstui oleh sang suami, yang sekaligus meminta agar Febe konsisten dalam mengenakan hijabnya.

Yang sungguh tak disangka, keputusannya berhijab ini rupanya mendatangkan keberkahan yang jauh lebih besar. Sebab sebulan setelahnya Febe dan suami dikaruniai buah hati.

"Dan alhamdulillah, setelah saya berhijab, satu bulan kemudian saya dapat anak," imbuh Febe dengan mata berkaca-kaca. "Jadi (rasanya) banyak berkah."

(Suara.com/Elvariza Opita)

Berita Terkait

Berita Terkini