Arena

Biar Adil, Pebulu Tangkis Denmark Minta Drawing Ulang Kejuaraan Dunia 2021

Vittinghus menyoroti keputusan BWF usai sejumlah pemain mundur.

Husna Rahmayunita

Atlet bulutangkis tunggal putra Denmark, Hans-Kristian Vittinghus. [AFP/Manan Vatsyayana]
Atlet bulutangkis tunggal putra Denmark, Hans-Kristian Vittinghus. [AFP/Manan Vatsyayana]

Bolatimes.com - Pebulu tangkis Denmark, Hans Kristian Vittinghus menyerukan agar dilakukan drawing (pengundian) ulang Kejuaraan Dunia 2021.

Ini Menyusul mundurnya sejumlah pemain termasuk belasan wakil Indonesia yang batal tampil dalam ajang BWF World Championship 2021 atau Kejuaraan Dunia 2021.

Diketahui, selain wakil RI, pebulu tangkis top Jepang, Kento Momota dan ganda campuran Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying juga memutuskan mundur.

Vittinghus mengkritisi pernyataan BWF yang menyebut tidak ada drawing ulang meski sejumlah pemain mengundurkan diri.

"Tidak terkejut (dengan pernyataan itu) pada dasarnuya saya tidak pernah mengalami drwaing ulang selama 15 tahun di tur kecuali ada kesalahan," tulis Vittinghus dalam postingan di Instagram Story, Rabu (8/12/2021).

Namun, kata dia, ketika ada 3-4 pemain tunggal putra teratas mundur sedangkan pemain urutan bawah tak ada yang mengundurkan diri, maka menurutnya perlu dilakukan undian uang.

Pebulu tangkis Denmark serukan drawing ulang Kejuaraan Dunia 2021. (Instagram/@hkvittinghus)
Pebulu tangkis Denmark serukan drawing ulang Kejuaraan Dunia 2021. (Instagram/@hkvittinghus)

"Saya hanya tidak mengerti mengapa tidak dilakukan drawing ulang? Itu akan memberikan kompetisi lebih adil dan menyuguhkan tontonan lebih baik kepada permirsa. Adakah yang dapat memberitahu saya drawing ulang adalah ide buruk?," tanyanya.

Atlet berusia 35 tahun itu menyebut komposisi yang ada begitu tidak seimbang. Alangkah, lebih baik menciptakan persaingan ketat seiring dengan mundurnya beberapa pemain dengan drawing ulang.

"Saya akan memberi tahu mereka, itu masih cukup seimbang jika keseimbangan hanya tentang jumlah pemain dan bukan soal kekuatan. Saya kira kita bisa menggunakan aturan yang lebih jelas untuk maju?," pungkasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini