DATA BELUM TERSEDIA

Kisah Atlet Berkuda Didepak dan Dicap Sebagai Pengkhianat Negara

Safronova sampai meminta bantuan ke negara lain.

Husna Rahmayunita BolaTimes.com
Senin, 06 September 2021 | 16:13 WIB
Kisah Atlet Berkuda Didepak dan Dicap Sebagai Pengkhianat Negara

Kisah Atlet Berkuda Didepak dan Dicap Sebagai Pengkhianat Negara

bolatimes.com - Seorang atlet berkuda dianggap sebagai pengkhianat negara usai melontarkan kritik kepada otoritas di tanah kelahirannya.

Ialah Olga Safronova, seorang atlet berkuda asal Belarusia yang sebelumnya masuk kontigen Olimpiade Tokyo.

Safronova sampai meminta bantuan ke negara lain, setelah dia dinilai sebagai pekhianat dan didepak dari tim.

Kisahnya berawal ketika Safronova yang memprotes pernyataan pejabat olahraga Belarus dan Presiden Lukashenko.

Kala itu, kuda yang ditungganginya dicurigai menggunakan doping sehingga tak layak mengikuti kompetisi. Safronova tak terima lantas melayangkan protes.

Namun, protesnya justru disambut dengan cap negatif oleh otoritas. Selama ini, pemerintahan Belarus memang  keras terhadap perbedaan pendapat anti-pemerintah menyusul protes massal yang meletus tahun lalu atas pemilu.

"Dia dimasukkan dalam daftar pengkhianat terhadap negara Belarus," seperti laporan media Polandia, PAP yang disadur via Reuters, Senin (6/9/2021).

Akhirnya, Safronova bersama sang suami menuju ke Polandia setelah dia dikeluarkan dari tim berkuda Belarus sesaat sebelum Olimpiade Tokyo.

Beruntung otoritas Polandia mau memberikan bantuan. Kabar teranyar, atlet berkuda tersebut mendapatkan visa kemanusiaan.

Ia bersama pasangannya diberikan visa untuk tinggal di Polandia, setelah dikucilkan di Belarusia. Kini, Safronova pun berharap dapat berkuda atas nama Polandia jika menerima kewarganegaraan baru.

Baca Juga: Bintang Muda PSS Sleman Bersyukur Bisa Tahan Imbang Persija

Sebelumnya, sprinter Belarus, Krystina Tsimanouskaya (24) juga bernasib sama, dikucilkan dari negeranya.

Ia bertolak ke Polandia untuk mendapatkan visa bulan lalu, setelah mengatakan pelatih memaksanya untuk pulang dari Olimpiade di Tokyo.

(Antara)

×
Zoomed
TERKINI

Kegiatan Youth Economics Summit (YES) 2025 di Jakarta pada akhir pekan lalu sukses digelar....

arena | 14:39 WIB

Pabrikan otomotif asal Vietnam ini memilih strategi jangka panjang yang membangun kepercayaan, bukan sekadar memangkas h...

arena | 10:14 WIB

Bagi pemula, push rank sering kali terasa menantang karena harus berhadapan dengan pemain yang lebih berpengalaman....

arena | 10:40 WIB

Perubahan aturan di olahraga padel tengah disuarakan oleh para pemain....

arena | 18:33 WIB

Tapi kamu jangan ngaku anak Padel, kalau belum tahu kosakata unik dalam Padel....

arena | 14:49 WIB