Arena

Tak Disangka, Kevin Sanjaya Ternyata Berhasrat Tampil di Sektor Tunggal

Kevin Sukamulyo bersama Marcus Fernaldi Gideon saat ini menduduki ranking satu dunia untuk sektor ganda putra.

Galih Priatmojo

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjuarai turnamen All England 2017. [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjuarai turnamen All England 2017. [Humas PBSI]

Bolatimes.com - Tampil trengginas dan sukses merajai sektor ganda putra bersama Marcus Fernaldi Gideon, siapa sangka, hasrat pertama Kevin Sukamuljo ternyata ingin bermain di sektor tunggal putra

Fakta tersebut diungkap oleh sang ayah, Sugiarto Sukamuljo. Lelaki 59 tahun itu menyebut Kevin kecil memang lebih fokus menimba ilmu sebagai pebulutangkis tunggal putra.

Peruntungan Kevin baru berubah setelah resmi menjadi atlet binaan klub PB Djarum Kudus pada 2007 silam.

Pada awalnya Kevin dan keluarga masih keukeuh jika jalan bulutangkisnya adalah di sektor tunggal putra.

Namun, selang dua tahun berjalan, anak kedua dari dua bersaudara itu akhirnya 'mengalah' dan menerima nasihat pelatih untuk berpindah sektor mulai tahun 2009.

"Di PB Djarum itu Kevin main di tunggal putra selama dua tahun. Sejak usianya 11 tahun," ujar Sugiarto Sukamuljo seperti dilansir dari Suara.com, Jumat (2/8/2019).

"Dia baru berubah sektor di usia 13 tahun. Pelatihnya melihat Kevin di sektor tunggal tidak bagus. Akhirnya dia ditarik ke sektor ganda," sambungnya.

Sugiarto Sukamuljo, ayah Kevin Sanjaya Sukamuljo, ditemui di area kuliner Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7). [Suara.com/Arief Apriadi]
Sugiarto Sukamuljo, ayah Kevin Sanjaya Sukamuljo, ditemui di area kuliner Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (17/7). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sugiarto mengungkapkan pihak keluarga sempat tak setuju dengan keputusan sang pelatih. Kevin sempat ingin dicoba bermain sebagai tunggal putra hingga usia remaja.

Namun, mempertimbangkan saran pelatih dan masa depan Kevin sendiri, Sugiarto dan istri Winartin Niawati, akhirnya luluh dan enggan memaksakan kehendak.

"Waktu itu keluarga sempat menyayangkan, mamanya juga. Kita sempat berpikir apa tidak dicoba dulu saja di tunggal putra sampai remaja," tutur Sugiarto.

"Tapi pelatihnya berkata jangan lama-lama membuat keputusan, sebisa mungkin secepatnya. Karena katanya Kevin di lihat bagus untuk main ganda."

"Kevin sendiri sempat menolak keputusan itu, tapi saat saya tawarkan akhirnya dia mau juga. Sejak 2009 dia jadi pemain ganda putra," sambungnya.

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, usai memenangi laga babak pertama Indonesia Open 2019 atas Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (16/7). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, usai memenangi laga babak pertama Indonesia Open 2019 atas Takuto Inoue/Yuki Kaneko (Jepang) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (16/7). [Suara.com/Arief Apriadi]

Sugiarto mengaku sangat bersyukur dengan keputusan pelatihnya tersebut. Sejak di ganda putra, Kevin disebut Sugiarto mulai meraih banyak presatsi di level nasional.

"Pada awalnya dia berpasangan dengan Kenny Putra Aviancy selama tiga bulan. Saat diikutkan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2010 di Balikpapan, dia langsung juara," beber Sugiarto.

"Setelah itu penampilan Kevin mulai menanjak. Meski partnernya diubah-ubah, dia bisa konsisten meraih gelar juara atau runner-up. Dari situ keluarga yakin bakat Kevin ada di sana," pungkasnya.

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. [Humas PBSI]

Sembilan tahun berlalu, Kevin Sanjaya Sukamuljo kini menjelma sebagai salah satu pebulutangkis sektor ganda putra terbaik di dunia.

Bersama sang partner, Marcus Fernaldi Gideon, Kevin Sanjaya kini menduduki peringkat satu dunia dengan raihan berbagai gelar juara dari mulai BWF World Tour hingga medali emas Asian Games 2018.

Berita Terkait

Berita Terkini