Arena

Jadi Manusia Tercepat Asia Tenggara, Zohri Mengaku Tak Kaget

Sprinter berjuluk Bocah Ajaib dari Lombok itu mengaku kerap membukukan waktu 10,17 detik dalam latihan.

Rauhanda Riyantama

Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Asian Games 2018. (AFP)
Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri di Asian Games 2018. (AFP)

Bolatimes.com - Lalu Muhammad Zohri baru saja mendapat predikat sebagai manusia tercepat Asia Tenggara. Predikat tersebut didapat usai meraih medali perak dengan catatan waktu 10,13 detik dalam lari 100 meter Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Khalifa International Stadium, Doha, Qatar, 22 April lalu.

Menanggapi status barunya ini, Zohri mengaku sudah memiliki keyakinan bisa memecahkan rekor yang dipegang seniornya di dunia atletik Indonesia, Suryo Agung Wibowo.

Keyakinan itu didasarkan Zohri pada catatan waktunya selama latihan. Sprinter berjuluk Bocah Ajaib dari Lombok itu mengaku kerap membukukan waktu 10,17 detik dalam latihan.

Catatan waktu 10,17 detik itu menyamai rekor nasional sekaligus Asia Tenggara yang sebelumnya dicatatkan Suryo Agung saat meraih emas SEA Games 2009 di Laos.

"Sebenarnya saya tidak menebak, tapi sudah yakin bahwa saya bisa memecahkan rekor nasional di Kejuaraan Asia," ujar Lalu Muhammad Zohri saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (30/4/2019), dikutip dari Suara.com.

Sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (30/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]
Sprinter muda andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (30/4/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

 

Zohri mengakui pencapaiannya itu sejatinya tak mudah diwujudkan. Keyakinan memecahkan rekor nasional justru membuatnya kerap menggebu-gebu hingga catatan waktunya justru melorot di angka 10,26 detik saat menjalani babak penyisihan.

Namun, ketika atlet 19 tahun itu tak memfokuskan pikiran untuk memecahkan rekor nasional, catatan waktunya justru meningkat. Dari 10,15 di babak semifinal, Zohri akhirnya meraih waktu terbaik 10,13 di babak final.

Zohri pun mengaku bangga bisa mengikuti jejak Suryo Agung sebagai manusia tercepat Asia Tenggara. Meski begitu, ia tak ingin cepat berpuas diri dan yakin jika catatan waktunya bisa jauh lebih baik lagi.

"Semoga yang saya dapatkan dan saya rasakan bisa memotivasi anak muda untuk semangat latihan. Tapi saya belum puas karena catatan waktu saya belum mencapai limit Olimpiade 2020, yaitu 10,05 detik," pungkas Lalu Muhammad Zohri.

Setelah mengikuti Kejuaraan Asia, Lalu Muhammad Zohri dijadwalkan akan turun di Kejuaran Dunia Estafet pada 11-12 Mei 2019 di Yokohama, Jepang.

Berita Terkait

Berita Terkini