Arena

Debby Susanto Pensiun, Praveen: Bukan All England yang Paling Saya Kenang

Perjuangan meraih medali emas SEA Games 2015 lah yang disebut Praveen paling membekas diingatannya.

Rauhanda Riyantama

Ekspresi ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, usai memastikan jadi juara di Korea Open Super Series 2017, Minggu (17/9). [Humas PBSI]
Ekspresi ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, usai memastikan jadi juara di Korea Open Super Series 2017, Minggu (17/9). [Humas PBSI]

Bolatimes.com - Tak hanya Liliyana Natsir yang memutuskan pensiun. Indonesia juga akan kehilangan satu pebulutangkis topnya yang lain pada akhir Januari ini, ia adalah Debby Susanto.

Ya, serupa dengan Liliyana, Debby Susanto juga memutuskan pensiun pada awal 2019. Turnamen Indonesia Masters 2019 yang saat ini tengah berlangsung jadi turnamen terakhir mereka.

Sumbangsih Debby Susanto kepada Indonesia tak perlu dipertanyakan lagi. Beragam prestasi di kancah internasional telah disumbangkan perempuan berusia 29 tahun itu.

Praveen Jordan yang notabene pernah menjadi partner-nya pun mengaku sedih mendengar kabar Debby Susanto tak lama lagi akan meninggalkan arena pertandingan bulutangkis. Sebab, begitu banyak kenangan manis yang dirasakannya saat berduet dengannya.

Namun, menurut Praveen momen paling berkesan bersama Debby Susanto bukanlah saat meraih gelar All England 2016. Perjuangan meraih medali emas SEA Games 2015 lah yang disebut Praveen paling membekas diingatannya.

Pasalnya, saat meraih medali emas SEA Games 2015, Debby Susanto mendapat bekapan cedera. Perjuangan Debby untuk menyumbangkan medali emas bagi Indonesia inilah yang paling dikenang oleh Praveen.

"Kalau masalah pertandingan sama Debby bukan All England. Kalau pertandingan paling berkesan itu di SEA Games 2015. Di situ kalau enggak salah Debby kakinya cedera, tertarik, tapi kami bisa tetap juara," ujar Praveen di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1/2019), seperti dikutip dari Suara.com.

Praveen pun menganggap dirinya beruntung sempat berpasangan dengan pemain sekaliber Debby Susanto. Dirinya jadi memiliki pengalaman yang luas yang sangat berguna untuk diaplikasikan dengan partnernya saat ini, Melati Daeva Oktavianti.

"Sebenarnya cukup banyak momen-momen berkesan yang bisa diingat bersama Debby. Sebelum saya sama Meli (sapaan akrab Melati—red) saya sudah banyak menjalani turnamen dengan Debby. Jadi banyak kenangan, disetiap turnamen, baik di dalam maupun luar pertandingan pun, jadi banyak kangennya," pungkas Praveen.

 

Suara.com/Arief Apriadi

Berita Terkait

Berita Terkini