Timespedia

Mengenal Flank, Posisi Syauqi Saud di Timnas Futsal Indonesia

Berikut pengertian posisi flank seperti Syauqi Saud di Timnas Futsal Indonesia.

Rauhanda Riyantama

Flank timnas futsal Indonesia, Syauqi Saud. (Dok. AFC)
Flank timnas futsal Indonesia, Syauqi Saud. (Dok. AFC)

Bolatimes.com - Pemain flank Timnas Futsal Indonesia, Syauqi Saud, sedang jadi perbincangan hangat setelah melakukan aksi fair play saat melawan Jepang.

Ya, Timnas Futsal Indonesia menghadapi Jepang pada perempat final Piala Asia Futsal 2022 pada Selasa (4/10/2022). Timnas Futsal Indonesia akhirnya kalah dengan skor 2-3 dari Jepang.

Meski harus angkat koper, pujian mengalir buat Syauqi Saud sebab dia dianggap melakukan aksi terpuji saat melawan Jepang.

Syauqi melakukan fair play terhadap salah satu pemain Jepang yang terjatuh di lapangan saat Indonesia tertinggal 1-2. Padahal, Syauqi punya kans besar untuk mencetak gol penyeimbang bagi Indonesia.

Namun, Syauqi lebih memilih fair play dengan menendang bola keluar lapangan ketimbang mencetak gol. Aksi terpuji itu lantas mendapat sorotan dari sejumlah netizen.

Lantas, apa sebetulnya yang dimaksud dengan posisi flank dalam olahraga futsal?

Pengertian Flank dalam Olahraga Futsal

Jika di sepak bola dikenal dengan beberapa istilah posisi seperti gelandang, bek, kiper, winger, hingga penyerang, futsal juga memiliki beberapa istilah posisi.

Pada dasarnya ada empat posisi pemain dalam futsal yaitu kiper atau penjaga gawang, anchor, flank, dan pivot. Keempat posisi ini punya peran dan fungsi yang berbeda.

Flank atau ala, adalah motor serangan sebuah tim dan berjumlah dua orang. Mereka berada di marjin kiri dan kanan lapangan, ia tak hanya bertugas menyerang. Tapi, jadi penghubung antara anchor dan pivot (pemain depan).

Sederhananya, flank setara dengan gelandang atau pemain sayap di sepak bola. Meski ujung tombak di futsal adalah pivot, yang bisa menggerakan bola dan mengatur alur permainan itu justru flank.

Pemain yang berposisi sebagai flank punya tanggung jawab memberikan space (ruang) bagi penyerang supaya bisa mendapat kesempatan menembak ke gawang lawan.

Flank yang baik bisa mengetahui waktu yang tepat untuk menyerang, melakukan passing, membuka ruang atau melewati lawan.

Tak cuma menyerang, flank juga punya tanggung jawab dalam bertahan. Oleh karena itu flank dituntut memiliki stamina yang kuat dan lari yang cepat.

Ketika dalam situasi serangan balik, misalnya, pemain flank harus segera mundur untuk membantu anchor dalam menjaga pertahanan.

Begitu pula ketika anchor berhasil merebut bola, maka seorang flank harus bisa dengan segera menyambungkan bola ke depan. Baik dengan dribel atau operan untuk melancarkan serangan balik.

Saat bertahan, flank harus bisa beradaptasi dengan formasi tim lawan dan memposisikan diri mereka setara dengan anchor tanpa mengganggu kiper.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini