Bahaya Gas Air Mata, Ini Kandungan yang Menyebabkan Hilang Nyawa seperti Tragedi Kanjuruhan

Ini isi gas air mata yang menyebabkan orang meninggal.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
Polisi menembakkan gas air mata saat kericuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Twitter)

Polisi menembakkan gas air mata saat kericuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya. (Twitter)

Bolatimes.com - Gas air mata tengah menjadi sorotan dan polemik saat laga Arema FC vs Persebaya Surabaya membuat ratusan nyawa melayang.

Duel Arema FC vs Persebaya Surabaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (2/10/2022) diwarnai tembakan gas air mata polisi.

Insiden itu terjadi tepat setelah pertandingan berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya Surabaya atas Arema FC.

Baca Juga: Curhat Penumpang Pesawat Bertemu dengan Ibu Korban Tragedi Kanjuruhan, Kenang Pesan Terakhir Anaknya

Nahasnya akibat gas air mata yang ditembakkan polisi membuat suporter yang tadinya turun ke lapangan menjadi panik.

Mereka berusaha keluar dari stadion hingga terjadinya desak-desakan dan membuat ratusan di antaranya meninggal dunia.

Tragedi paling kelam yang pernah terjadi dalam sejarah sepak bola Indonesia, seolah polisi tidak tahu bagaimana bahayanya gas air mata yang mereka tembakan.

Baca Juga: 6 Pemain Pencetak 3 Kali Hattrick Tercepat di Liga Inggris: Erling Haaland Cuma butuh 8 laga, yang Lain Puluhan!

Dikutip dari laman resmi UM Surabaya, Dede Nasrulah, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya menjelaskan bahaya kandungan gas air mata.

Menurutnya gas air mata memiliki tiga bahan kimia dengan salah satu di antaranya adalah chloroacetophenone atau disingkat CN.

Bahan kimia ini bisa menghasilkan sejumlah dampak pada manusia yang terpapar, mulai dari iritasi langsung hingga kesulitan bernapas.

Baca Juga: Simpati Shin Tae-yong untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

"Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit," ucap Dede.

"Selain itu, gas air mata dapat juga menimbulkan rasa gatal pada kulit, panas, dan penglihatan kabur. Gejala lainnya yaitu terkait dengan pernapasan dapat dialami.''

"Seperti sulit bernapas, batuk, mual dan muntah," imbuhnya.

Baca Juga: Elkan Baggott Cuma Main 2 Menit, Gillingham FC Akhiri Puasa Kemenangan

Tak dapat dipungkiri, rentetan tembakan gas air mata yang diarahkan ke tribun penonton menjadi penyebab utama paniknya suporter Arema FC.

Publik pun berharap, penyebab insiden tragis itu segera ditemukan dan menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

Kontributor: Eko
Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Pelatih Prawira Harum Bandung, David Singleton bangga dengan keberhasilan timnya melangkah ke putaran kedua Kualifikasi Basketball Champions League (BCL) Asia 2024. Keberhasilan tersebut jadi momen indah buat semua orang.

timespedia | 01:40 WIB

Prawira Harum Bandung berhasil melaju ke putaran kedua kualifikasi Basketball Champions League (BCL) Asia 2024. Mereka mengikuti jejak tim bola basket senegaranya, Pelita Jaya.

timespedia | 01:26 WIB

Prawira Harum Bandung akan menjalani laga hidup dan mati saat berjumpa Ulaanbaatar XAC Broncos pada laga play off putaran pertama Kualifikasi Basketball Champions League (BCL) Asia di UG Arena, Ulaanbaatar, Mongolia, Minggu (7/4).

timespedia | 00:30 WIB

Mike Tyson (57) dan Jake Paul akan adu jotos pada 20 Juli di AT&T Stadium Texas, yang merupakan markas klub NFL Dallas Cowboys.

timespedia | 09:02 WIB

kartu merah yang dikeluarkan wasit bentuknya tidak persegi seperti biasanya, melainkan berupa lingkaran

timespedia | 20:58 WIB

berikut adalah teknik dasar bola voli untuk pemula agar bisa mahir dan jadi atlet seperti Shella Bernadetha.

timespedia | 06:00 WIB

Sriartha mulai bermain basket sejak SD. Ia kemudian bergabung dengan tim ekstrakurikuler basket di sekolahnya dan mendapat kesempatan berlatih di klub Merpati Denpasar.

timespedia | 16:50 WIB

Bikini memiliki desain yang simpel dan nyaman, sehingga dapat mendukung gerakan renang yang dinamis.

timespedia | 14:47 WIB

Untuk bermain sepak bola, diperlukan lapangan yang sesuai dengan standar. Ukuran lapangan sepak bola standar nasional di Indonesia adalah sebagai berikut:

timespedia | 14:21 WIB

Marshella Aprilia ngaku baru putus dengan Pratama Arhan sebulan lalu sebelum ditinggal nikah.

timespedia | 20:00 WIB

Apa itu Premier League Summer Series 2023?

timespedia | 10:15 WIB

Berikut ulasan sejarah olahraga panahan.

timespedia | 19:30 WIB

Berikut ulasan jenis-jenis strategi dalam bola voli.

timespedia | 18:00 WIB

Wajib tahu, berikut istilah-istilah dalam catur.

timespedia | 15:30 WIB

Jangan heran jika nantinya ada pemain keturunan Jawa di Timnas Kaledonia Baru U-17 yang tampil pada Piala Dunia U-17 2023 Indonesia

timespedia | 17:56 WIB

Intip perbedaan mini soccer dengan sepak bola dan futsal.

timespedia | 11:00 WIB

Raket harus sesuai dengan gaya permainan Anda yang cenderung gemar bertahan atau menyerang

timespedia | 17:09 WIB

Di ajang ini, Jakarta Bhayangkara Presisi berhasil lolos ke final

timespedia | 08:14 WIB
Tampilkan lebih banyak