Liga

3 Liga Asia yang Mungkin Bisa Jadi Destinasi Selanjutnya Cristiano Ronaldo

Ada tiga Liga Asia yang kerap didatangi pemain top Eropa

Irwan Febri Rialdi

Potret pelatih Manchester United, Erik Ten Hag dengan Cristiano Ronaldo. (AFP)
Potret pelatih Manchester United, Erik Ten Hag dengan Cristiano Ronaldo. (AFP)

Bolatimes.com - Puncak drama Cristiano Ronaldo dan Manchester United berujung pada sepakat diakhirinya kontrak keduanya, spekulasi masa depan bintang Portugal pun jadi pembicaraan.

Termasuk kesempatan Cristiano Ronaldo berlaga di kancah Asia, kualitas sepak bola Asia sudah tak lagi bisa dipinggirkan.

Hal itu dibuktikan lewat kemenangan Arab Saudi dan Jepang atas Argentina dan Jerman di Piala Dunia 2022 Qatar.

Meskipun kemungkinan besar Ronaldo masih akan berkarier di Eropa, mengingat sejumlah klub pun masih tertarik merekrutnya.

Ronaldo dipastikan hengkang dari Manchester United dan bursa transfer musim dingin 2023 bakal jadi penentu nasibnya.

Lantas bagaimana dengan kesempatan Ronaldo bermain di Asia? setidaknya ada 3 kompetisi top yang bisa menaungi karier sang superstar media sosial ini.

1. Liga Jepang

Kualitas pemain Jepang sudah teruji meski kebanyakan pemain pengisi skuad timnas di Piala Dunia 2022 berkarier di Eropa.

Di usianya yang sudah 37 tahun, kapasitas Ronaldo sebagai pesepak bola top Eropa masih bisa diadaptasikan di Jepang.

Hal ini seperti mustahil, namun siapa yang bisa menjamin Ronaldo akan seterusnya berkarier di kancah Eropa.

2. Liga Korea Selatan

Korea Selatan merupakan salah satu kekuatan besar sepak bola di Asia, bahkan dinilai setara dengan Jepang.

Hal ini tak lepas dari kualitas kompetisi dalam negeri, Liga Korea Selatan bisa jadi labuhan baru Cristiano Ronaldo.

Usianya yang nyaris 40 tahun setidaknya bisa dipakai mewarnai sepak bola Asia, apalagi dengan jumlah pengikutnya yang banyak.

3. Liga China

China sempat menggerkan dunia sepak bola beberapa waktu lalu, sederet pemain top dunia berhasil digaet sejumlah klub Negeri Tirai Bambu.

Tentu dengan modal yang besar pula, hal ini bisa saja dialami Ronaldo mengingat nilai jualnya yang masih cukup tinggi.

Klub-klub Liga China bisa saja jor-joran mengeluarkan dana demi Ronaldo, bukan untuk sepak bola sebagai fokus utama tetapi bisnis.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini