Liga

Chelsea Tersingkir dari Piala Liga Inggris, Graham Potter Akui The Blues Belum Siap Sabet Trofi

Graham Potter kecewa The Blues kalah beruntun.

Husna Rahmayunita

Pelatih baru Chelsea, Graham Potter. (Dok. Chelsea)
Pelatih baru Chelsea, Graham Potter. (Dok. Chelsea)

Bolatimes.com - Pelatih Chelsea Graham Potter kecewa timnya tersingkir dari Piala liga Inggris setelah dipermalukan tim pelapis Manchester City, Kamis (10/11/2022) dini hari WIB.

Graham Potter secara gamblang menyebut The Blues belum sia untuk memenangkan trofi alias menjadi juara, setelah mengetahui performa anak asuhnya usai kalah 0-2 dari Man City.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Etihad. tuan rumah menang berkat gol-gol Riyad Mahrez dan Julian Alvarez.

Chelsea, yang tampil dengan kekuatan penuh di lini belakang dan juga memainkan beberapa pemain utamanya seperti Mateo Kovacic, Ruben Loftus-Cheek serta Christian Pulisic.

Pasukan Graham Potter kini sudah kalah beruntun di lintas ajang, serta telah menelan tiga kekalahan dari empat laga pamungkas di semua kompetisi.

Menurut Graham Potter, skuad Chelsea saat ini memang dihuni banyak pemain top. Namun demikian, eks pelatih Brighton itu menilai The Blues tampak masih belum siap untuk bersaing meraih gelar juara, baik itu di liga maupun kompetisi piala.

"Salah satu alasan saya untuk datang ke sini, salah satu dari banyak, adalah bahwa itu adalah klub sepak bola yang fantastis, berpotensi jadi salah satu yang terbaik di dunia dan bisa bersaing untuk setiap trofi utama," ujarnya seperti disadur dari Tribal Football, Kamis.

"Tapi sekali lagi, seperti yang saya katakan sebelumnya, saya kita (Chelsea) tidak berada pada titik itu sekarang. Dan kita belum berada di sana selama dua atau tiga atau empat tahun. Itulah kenyataan ketika Anda melihat tabel liga dan perbedaan poin antara dua tim teratas dan Chelsea," celoteh pelatih asal Inggris itu.

"Tentu kami kecewa tersingkir di Piala Liga. Tapi oke, kini kami fokus untuk terus meningkatkan level. Bagaimana Anda sampai di sana? Itu kerja keras, dan itu rasa sakit, dan itu penderitaan, dan itu bergerak maju, dan itu belajar, dan itu berkembang. Karena itulah mengapa kami di sini," pungkasnya.

(Suara.com/Rully Fauzi)

Berita Terkait

Berita Terkini