Liga

Antar Eintracht Frankfurt Juara Liga Europa, Oliver Glasner Singgung Mentalitas

Ini merupakan gelar Liga Europa kedua untuk Eintracht Frankfurt sepanjang sejarah.

Husna Rahmayunita

Pelatih Eintracht Franfurt, Oliver Glasner. (Ronny Hartmann/AFP)
Pelatih Eintracht Franfurt, Oliver Glasner. (Ronny Hartmann/AFP)

Bolatimes.com - Pelatih Eintracht Frankfurt Oliver Glasner bangga dengan prestasi timnya yang keluar sebagai juara Liga Europa 2021/2022. Eintract Frankfurt berhasil mengahlkan Rangers, Kamis (19/5/2022) dini hari WIB.

Kemenangan Eintracht Frankfurt ditentukan lewat adu penalti pada pertandingan yang digelar di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sevilla, 

Ini merupakan gelar Liga Europa kedua untuk Eintracht Frankfurt sepanjang sejarah, setelah sebelumnya menjuarai turnamen yang sebelumnya bernama Piala UEFA pada musim 1979/1980,

"Ini adalah jenis pertandingan yang kami perkirakan. Rangers memang tangguh untuk dihadapi, kuat secara fisik dan bermain banyak bola panjang," ungkap Glasner seperti dikutip dari laman resmi klub. 

Menurutnya, pada babak pertama, Frankfurt sering tidak memiliki keunggulan di area penalti dan tidak memiliki intensitas yang dibutuhkan untuk berlari ke ruang kosong secara konsisten.

Glasner menilai, timnya mengambil penalti dengan baik dan secara tidak khusus melatihnya pada sesi latihan sebelumnya dalam menyambut partai final Liga Europa ini.

"Tahun dimulai dengan awal yang sulit bagi kami semua, tetapi para pemain selalu percaya pada diri mereka sendiri dan pada kami dan selalu berkomitmen penuh, dan itu membuktikan jenis karakter dan mentalitas yang mereka miliki," jelas Glasner.

"Semangat tim benar-benar berkembang. Semua orang selalu positif, bahkan mereka yang gagal masuk ke dalam skuad, mereka tidak pernah berhenti mendukung tim. Anda membutuhkan semua orang untuk memenangi pertandingan seperti ini," sambungnya.

Pada pertandingan ini, Frankfurt sempat tertinggal lebih dulu dari Rangers melalui Joe Aribo pada menit ke-57, sebelum akhirnya disamakan oleh gol Rafael Santos Borre pada menit 69 dan membuat pertandingan harus diakhiri dengan adu penalti, demikian dimuat Antara. 

Berita Terkait

Berita Terkini