Liga

Awalnya Bersinar, 8 Pemain Ini Meredup usai Gabung Manchester United

Adaptasi memang penting bagi seorang pemain. Jika gagal, nasibnya bisa seperti pemain-pemain yang didatangkan Manchester United berikut ini

Irwan Febri Rialdi

Alexis Sanchez mengalai cedera di laga kontra Southampton. (OLI SCARFF/AFP).
Alexis Sanchez mengalai cedera di laga kontra Southampton. (OLI SCARFF/AFP).

Bolatimes.com - Manchester United mungkin destinasi yang sempurna buat pesepak bola. Tak pelak, pemain dari pelbagai negara tak menolak jika ada tawaran datang untuk berjersi Iblis Merah.

Namun faktanya, tak semua pemain bisa sukses di klub yang berbasis di Old Trafford tersebut. Berikut Bolatimes rangkum delapan pemain yang bisa dibilang gagal saat berbaju MU.

1. Juan Sebastian Veron

Juan Sebastian Veron (Paul Barker/AFP)
Juan Sebastian Veron (Paul Barker/AFP)

Veron sempat tenar di Liga Italia dengan bermain untuk Sampdoria, Parma, dan Lazio. Atas pencapaian di Serie A, MU kepincut mendatangkan jasa pemain Argentina ini.

Namun demikian, penampilan di Italia tak menular saat di Inggris. Cedera yang kerap menggerogotinya membuat Veron hanya bermain 57 kali dan mencetak 7 gol dalam 3 musim sejak 2001 hingga 2003.

2. Anderson

Anderson ketika memperkuat Manchester United. (Andrew Yates/AFP)
Anderson ketika memperkuat Manchester United. (Andrew Yates/AFP)

Anderson datang dengan biaya transfer yang cukup tinggi pada musim 2007. Pemain asal Brasil ini mendarat dari Porto dengan mahar 36 juta pound.

Semusim membela Iblis Merah, Anderson mendapatkan gelar Premier League. Di musim keduanya, gelar prestisius juga ia dapatkan dengan menyabet gelar Liga Champions.

Namun setelah musim 2008, semuanya berubah. Karier Anderson naik turun dan akhirnya dilepas pada 2015.

3. Bebe

Bebe merupakan pemain yang didatangkan pada 2010. Uniknya, pelatih MU ketika itu, Sir Alex Ferguson, langsung merekrut Bebe tanpa merinci bakat sosok Portugal ini.

Dan benar saja, saat menjalani pertandingan perdanya buat Iblis Merah, Bebe bermain di bawab ekspektasi. Kesalahan elementer seperti umpan kerap dilakukannya.

Di laga kedua, dia kemudian dimaikan kembali. Alih-alih menunjukkan performa apiknya, Bebe justru jadi bulan-bulanan suporter.

Tak kunjung menampilakan performa terbaik, Bebe kemudian frustrasi. Tak hanya sang pemain, Sir Alex juga tak bisa berbuat banyak untuk anak asuhnya itu.

4. Henrikh Mkhitaryan

Pemain Arsenal, Henrikh Mkhitaryan terancam tak perkuat tim saat final Liga Europa 2018/2019. [IAN KINGTON / IKIMAGES / AFP]
Pemain Arsenal, Henrikh Mkhitaryan terancam tak perkuat tim saat final Liga Europa 2018/2019. [IAN KINGTON / IKIMAGES / AFP]

Mkhitaryan datang dari Borussia Dortmund. Penampilan cemerlangnya di Liga Jerman membuat MU jatuh hati kepada playmaker asal Armenia ini.

Cukup besar MU merogoh kocek ketika ia berlabuh yakni 50 juta pound. Satu trofi Liga Europa juga sukses ia berikan ke kabin tim pada 2016.

Hanya, penampilan yang naik turun membuat MU harus mengambil sikap. Salah satunya menukarnya dengan Alexis Sanchez dari Arsenal.

5. Alexis Sanchez

Pemain Manchester United, Alexis Sanchez berusaha menghindar dari kepungan pemain Huddersfield Town. Pada laga pekan ke-37, Manchester United ditahan imbang 1-1, mereka pun gagal tembus empat besar dan Liga Champions musim depan. [PAUL ELLIS / AFP]
Pemain Manchester United, Alexis Sanchez berusaha menghindar dari kepungan pemain Huddersfield Town. Pada laga pekan ke-37, Manchester United ditahan imbang 1-1, mereka pun gagal tembus empat besar dan Liga Champions musim depan. [PAUL ELLIS / AFP]

Sanchez adalah pemain yang didatangkan dari Arsenal dengan kesepakatan tukar guling dengan Mkhitaryan. Torehan 80 gol dari 166 laga adalah catatan apik winger milik Chile ini.

Setibanya di MU, penampilan Sanchez justru anjlok. Rentetan cedera yang dideritanya membuat ia tak mampu ke puncak performa. Alhasil, Sanchez hanya bermain, 45 laga dengan 5 gol dan 9 assist.

6. Shinji Kagawa

Shinji Kagawa/Instagram
Shinji Kagawa/Instagram

Kagawa adalah geladang yang bersinar saat membela Borussia Dortmund. Pada musim 2012/13, Sir Alex tanpa ragu mendatangkannya.

Namun, Kagawa tak bisa bermain lepas. Ia kerap berada di bawah tekanan lantaran bermain dengan tim sekaliber MU. 

Alhasil, pada 2014, Kagawa pulang ke Dortmund dengan catatan membawa Iblis Merah juara Liga Inggris pada 2013.

7. Bastian Schweinstaiger

Bisa dibilang Basti adalah salah satu gelandang terbaik dari tanah Jerman. Titel Bundesliga, Liga Champions, hingga Piala Dunia, sudah pernah ia rasakan saat menjadi pemain.

Pada 2015, Basti memutuskan pindah ke MU di usia 31 tahun. Namun, bisa jadi itu adalah keputusan yang salah lantaran bersama MU, kariernya meredup.

8. Phil Jones

Pemain Manchester United, Phil Jones (kiri) mengawasi pergerakan pemain Chelsea, Eden Hazard saat pertandignan final FA Cup di Stadion Wembley (19/5/2018) (AFP)
Pemain Manchester United, Phil Jones (kiri) mengawasi pergerakan pemain Chelsea, Eden Hazard saat pertandignan final FA Cup di Stadion Wembley (19/5/2018) (AFP)

Jones saat ini masih bermain buat MU. Hanya, beberapa musim belakangan, namanya sudah tak lagi terdengar.

Jones adalah pemain potensial yang didatangkan MU dari Blacburn Rovers. Usianya juga masih sangat muda ketika itu: 21 tahun.

Namun, usai musim 2013, karier Jones naik turun. Dia jarang mendapat tempat hingga kini. Cedera yang juga kerap dialaminya juga merupakan salah satu faktor utamanya.

Kontributor: Kusuma Alan

Berita Terkait

Berita Terkini