Liga

Yuk Disimak, 7 Fakta Menarik Jelang Man City Vs Chelsea di Final Liga Champ

Penasaran? Simak artikel berikut.

Rauhanda Riyantama

Para pemain Manchester City marayakan gol Sergio Aguero ke gawang Burnley pada 20 Oktober 2018 (Lindsey Parnaby/AFP)
Para pemain Manchester City marayakan gol Sergio Aguero ke gawang Burnley pada 20 Oktober 2018 (Lindsey Parnaby/AFP)

Bolatimes.com - Manchester City dan Chelsea akan saling bertemu di final Liga Champions 2020/2021. Pertandingan itu bakal berlangsung di Estadio do Dragao, Porto, Portugal, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Manchester City melaju ke final Liga Champions perdana sepanjang sejarah klub dengan membungkam Paris Saint-Germain (PSG) di babak empat besar.

Sementara Chelsea yang kini ditukangi Thomas Tuchel, melaju ke partai puncak setelah menghancurkan tim paling dominan di kompetisi benua biru tersebut yakni Real Madrid.

Man City jelas berusaha untuk merengkuh trofi perdana Liga Champions pada kesempatan ini, sementara The Blues baka berjuang pengulangi pencapaian mereka saat juara pada 2012.

Kendati jadi jawara Liga Inggris musim ini, tim besutan Pep Guardiola harus ekstra waspada menghadapi Chelsea di laga final nanti.

Pasalnya, mereka telah dua kali beruntun kalah dari The Blues sebelum memainkan partai final ini. The Citizen kalah 0-1 di semifinal Piala FA (17 April) dan tumbang 1-2 di pekan ke-35 Liga Inggris (8 Mei).

Pertandingan pamungkas di akhir musim yang ditunggu-tunggu pecinta sepakbola dunia ini bakal dihadiri 16.500 penonton.

Berikut fakta menarik jelang Manchester City vs Chelsea dirangkum dari laman resmi UEFA:

  1. Ini adalah All England Final di Liga Champions untuk ketiga kalinya. Chelsea terlibat di kesempatan pertama saat kalah adu penalti dari Manchester United pada 2008, dan dua tahun lalu Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur di Madrid.
  2. City adalah klub Inggris kesembilan yang tampil di final Piala Eropa, menjadikan Negeri Tiga Singa sebagai negara paling banyak menyumbang wakil di kompetisi tersebut. Italia dan Jerman berada di urutan berikutnya dengan masing-masing enam.
  3. City dan Chelsea sama-sama kebobolan hanya empat gol dalam perjalanan ke final Liga Champions musim ini.
  4. Ini adalah final Eropa kedua City. Mereka mengalahkan klub Polandia Górnik Zabrze 2-1 di Stadion Prater Wina pada final Piala Winners Eropa 1969/70.
  5. Pep Guardiola bisa menjadi pelatih keenam yang memenangkan Piala Eropa/Liga Champions bersama dua klub berbeda. Sebelumnya, dia merengkuh trofi Si Kuping Besar bersama Barcelona (2009, 2011). Lima pelatih lainnya adalah Ernst Happel (Feyenoord 1970, Hamburg 1983), Ottmar Hitzfeld (Borussia Dortmund 1997, Bayern München 2001), José Mourinho (Porto 2004, Internazionale 2010), Jupp Heynckes (Real Madrid 1998, Bayern 2013) dan Carlo Ancelotti (AC Milan 2003, 2007, Real Madrid 2014).
  6. Thomas Tuchel memimpin Paris Saint-Germain ke final musim lalu, di mana mereka dikalahkan 1-0 oleh Bayern di Lisbon. Dia adalah pelatih pertama yang membawa dua klub berbeda ke final secara back-to-back.
  7. Thiago Silva adalah kapten tim Paris yang kalah di final musim lalu. Dia adalah satu-satunya pemain Chelsea saat ini yang pernah tampil di Final Liga Champions.

Berita Terkait

Berita Terkini