Liga

Ini Alasan Solskjaer Ingin Pertahanankan Romelu Lukaku

Lukaku dikabarkan sudah berbicara empat mata dengan Solskjaer.

Galih Priatmojo | Muhammad Ilham Baktora

Selebrasi Romelu Lukaku usai jebol gawang Paris Saint Germain di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Penyerang Manchester United itu cetak dua gol untuk kemenangan tim 3-1. [FRANCK FIFE / AFP]
Selebrasi Romelu Lukaku usai jebol gawang Paris Saint Germain di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Penyerang Manchester United itu cetak dua gol untuk kemenangan tim 3-1. [FRANCK FIFE / AFP]

Bolatimes.com - Romelu Lukaku diminta bertahan oleh pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.

Lukaku dikabarkan tertarik berlabuh ke Italia untuk bergabung bersama pelatih baru Inter Milan, Antonio Conte. Perannya dianggap pas untuk menambah daya gedor Nerrazzuri menghadapi kompetisi Liga Italia musim 2019/2020.

Kendati demikian, Solskjaer belum begitu rela melepas pemain 26 tahun itu dari Old Trafford. Pelatih 46 tahun ini sudah meminta Lukaku bertahan. Sebab, masih ada peluang untuk penyerang seperti dia di musim ini, seperti yang diberitakan Mirror, Rabu, (10/7/2019).

Di sisi lain, Lukaku juga dilaporkan sudah bertemu Solskjaer sebelum terbang ke Australia untuk berlaga di ajang International Champions Cup (ICC) 2019 yang digelar di Singapura.

Bomber Manchester United, Romelu Lukaku. [Oli SCARFF / AFP]
Bomber Manchester United, Romelu Lukaku. [Oli SCARFF / AFP]

Tarik ulur kepindahan eks pemain Everton ini bukan tanpa alasan. Lukaku tercatat telah mengoleksi sembilan gol dan dua assist di 23 pertandingan di musim 2018/2019. Dia juga masih terikat kontrak hingga 2022 mendatang.

Walau jamak diketahui Setan Merah mendapat kecaman dari fans terkait performa buruk di pertengahan musim lalu, Solskjaer dinilai sedang membenahi kesalahannya.

Dua pemain yang baru saja dikenalkan MU, Daniel James dan Aaron Wan-Bissaka diprediksi bakal mengokohkan pertahanan yang semula diklaim buruk dan kerap menjadi blunder bagi Setan Merah.

Berita Terkait

Berita Terkini