Liga

Gara-gara Alexis Sanchez dan Pogba, Ruang Ganti MU Jadi Tak Kondusif

Alexis Sanchez bikin suasana ruang ganti Manchester United tak kondusif.

Galih Priatmojo

Pemain Manchester United, Alexis Sanchez berusaha menghindar dari kepungan pemain Huddersfield Town. Pada laga pekan ke-37, Manchester United ditahan imbang 1-1, mereka pun gagal tembus empat besar dan Liga Champions musim depan. [PAUL ELLIS / AFP]
Pemain Manchester United, Alexis Sanchez berusaha menghindar dari kepungan pemain Huddersfield Town. Pada laga pekan ke-37, Manchester United ditahan imbang 1-1, mereka pun gagal tembus empat besar dan Liga Champions musim depan. [PAUL ELLIS / AFP]

Bolatimes.com - Diisukan bakal dilego, Alexis Sanchez tampaknya membuat suasana di ruang ganti Manchester United tak kondusif. Ada masalah apa?

Skuat Setan Merah benar-benar terpuruk musim ini. Meski sudah berganti manajer toh nyatanya tak jua mendongkrak performa para pemainnya.

Setelah tersingkir dari ajang Liga Champions, Manchester United terpaksa harus melewatkan tiket menuju ajang serupa musim depan lantaran gagal finis di empat besar Liga Primer Inggris.

Di tengah situasi yang terpuruk itu, ruang ganti Manchester United makin tak kondusif gegaranya persoalan skema bonus yang diberikan manajemen kepada pemain.

Seperti dilansir dari The Sun, sejumlah pemain Manchester United disebut tak terima lantaran bonus yang didapat Alexis Sanchez dan Paul Pogba lebih besar ketimbang pemain lainnya.

Selain mendapatkan gaji sebesar Rp9,3 miliar per minggunya, Sanchez juga diketahui menerima bonus Rp 1,39 miliar setiap cetak satu gol ditambah Rp465,2 juta dari setiap assistnya.

Sementara bonus yang diterima Pogba yakni Rp930,4 juta untuk tiap golnya dan Rp372 juta untuk assistnya.

Nah dari catatan, Sanchez musim ini sudah mengemas dua gol dan empat assist, sedangkan Pogba sudah mengkoleksi 16 gol dan 11 assist.

Masalah muncul lantaran jumlah bonus tersebut tak didapatkan oleh setiap pemain. Disebutkan bahwa tiap pemain memiliki klausul berbeda soal bonus.

"Masalah sebenarnya adalah soal rencana bonus. Hal ini membuat rasa tak senang yang besar dan punya korelasi besar dengan menurunnya semangat tim yang berakibat hasil yang kurang bagus," kata salah seorang sumber.

Kira-kira akan sampai kapan ya drama di tubuh Manchester United berakhir?

Berita Terkait

Berita Terkini