Liga

Bongkar Masa Lalu, Mamadou Sakho Akui Pernah Jadi Gelandangan

Mamadou Sakho mengaku dulunya ia pernah menjadi gelandangan dan hidup mengemis di jalanan.

Galih Priatmojo | Andiarsa Nata

Bek Crystal Palace, Mamadou Sakho (Ben Stansall/AFP)
Bek Crystal Palace, Mamadou Sakho (Ben Stansall/AFP)

Bolatimes.com - Bek Crystal Palace, Mamadou Sakho menceritakan kisah pilu masa lalunya sebelum menjadi pesepak bola terkenal seperti saat ini. Sakho mengaku dulunya pernah menjadi gelandangan dan hidup mengemis di jalanan.

Mamadou Sakho harus melewati jalan terjal untuk menggapi kesuksesannya saat ini. Untuk hidup saja, pemain berusia 28 tahun itu dulunya ketika masih kanak-kanak harus mengemis di jalanan Paris.

Namun, berkat kerja keras dan usahanya. Hidup Sakho saat ini telah beruabah. Ia menjadi pesepak bola terkenal yang bermain di Liga Primer dan membantu Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.

Berkaca dari kehidupan masa lalunya, Mamadou Sakho pun terdorong hatinya untuk membantu klubnya dalam kampanye membantu para tunawisama di London Selatan.

Mamadou Sakho (kanan) saat melawan Fulham pada 2 Februari 2019 (Ben Stansall/AFP)
Mamadou Sakho (kanan) saat melawan Fulham pada 2 Februari 2019 (Ben Stansall/AFP)

 

"Saya pikir sangat bagus bahwa pusat ini merawat orang-orang dengan memberi mereka tempat untuk mandi, dan tempat yang memberi mereka harapan," ucap Mamadou Sakho dikutip dari Mirror.

"Orang-orang di sini pantas mendapatkan hari seperti ini, dan kami ingin memberi mereka senyum, memberi mereka kekuatan dan menunjukkan kepada mereka bahwa dunia ini membutuhkan mereka," lanjutnya menambahkan.

Sebuah kota di Inggris, Croydon, terdapat puluhan orang tidur di jalanan. Dan ketika musim dingin, Crystal Palace membuka ruang tunggu bagi para tunawisma dan Selhurst Park Sainsbury menyumbangkan makanan untuk membantu mereka.

Pihak klub juga mendukung pusat Crisis Skylight di Croydon, dan telah mengundang Timnas Inggris ke tempat latihan mereka.

Selain memberikan sumbangan yang besar, Mamadou Sakho juga diketahui mendirikan yayasannya sendiri dan membangun sebuah panti asuhan di Afrika

"Pemain sepakbola menghasilkan uang yang baik, apa yang Anda lakukan dengan uang itu adalah hal yang paling penting," terang Sakho.

"Jika Anda dapat mengubah hidup orang hanya dengan lima atau 10 persen, itu merupakan tambahan besar bagi mereka. Saya ingat betapa bersyukurnya saya hari ini dan betapa sulitnya bagi orang lain," tutupnya.

Berita Terkait

Berita Terkini