Liga

Mantan Presiden Real Madrid Salahkan Perez Pecat Julen Lopetegui

Julen Lopetegui baru empat bulan melatih sehingga tak bisa disalahkan.

Stephanus Aranditio

Presiden Real Madrid, Ramon Calderon (AFP)
Presiden Real Madrid, Ramon Calderon (AFP)

Bolatimes.com - Mantan Presiden Real Madrid, Ramon Calderon menyalahkan presiden Real Madrid saat ini, Florentino Perez atas keputusannya memecat pelatih Julen Lupetegui.

Kekalahan tragis El Real dalam partai besar bertajuk El Clasico melawan Barcelona yang berakhir dengan skor 1-5 dinilai seabgai puncak kegagalan Julen Lopetegui menangani Sergio Ramos cs.

Rumor tentang pemecatan mantan pelatih timnas Spanyol itu memang sudah berhembus sejak pada pekan kesembilan, karena Lopetegui hanya mampu memberikan empat kemenangan dalam sembilan laga yang membawa El Real terperosok ke papan tengah (posisi sembilan) klasemen sementara La Liga.

Julen Lopetegui dan Florentino Perez (Oscar Del Pozo/AFP)
Julen Lopetegui dan Florentino Perez (Oscar Del Pozo/AFP)

Calderon menilai Real Madrid (dalam hal ini Perez) telah mengeluarkan pernyataan yang salah dalam rilis resmi pemecetan Lopetegui karena gagal memaksimalkan skuat yang dihuni delapan pemain nominasi Ballon d'Or.

''Sayangnya itu salah satu keinginan presiden. Jika dia (Lopetegui) adalah pria yang tepat pada bulan Juni, hanya empat bulan yang lalu, sehingga dia tidak bisa tidak maksimal sekarang.''

''Dia menandatanganinya hanya dua hari sebelum Piala Dunia dimulai, sehingga merusak suasana timnas Spanyol dan sekarang dia (Perez) memecatnya. Jadi itulah masalahnya, saya pikir dia (Lopetegui) tidak boleh disalahkan,'' kata Calderon.

Selain itu, penjualan Cristiano Ronaldo ke Juventus juga dianggap Calderon sebagai keputusan yang salah dari Florentino Perez dan berdampak hingga sekarang.

''Itu adalah masalah utama, untuk mentransfer Cristiano pada bulan Juni telah menjadi kesalahan bersejarah dan kami membayar untuk itu sekarang,'' jelas Calderon.

Calderon menjabat presiden klub di Santiago Bernabeu antara 2006-2009, dulu ia merebut singgasana Perez dan pada 2009 Perez merebut kembali posisi yang ia miliki dahulu.

Berita Terkait

Berita Terkini