Bolatainment

Rekannya Dicoret dari Timnas Mesir, Mohamed Salah Lakukan Ini

Mohamed Salah minta Amr diberi kesempatan kedua.

Galih Priatmojo

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah raih gelar top skor Liga Primer Inggris musim ini. Ia mencetak sejarah meraih gelar top skor beruntun dua musim ini bersama Liverpool. [PAUL ELLIS / AFP]
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah raih gelar top skor Liga Primer Inggris musim ini. Ia mencetak sejarah meraih gelar top skor beruntun dua musim ini bersama Liverpool. [PAUL ELLIS / AFP]

Bolatimes.com - Pemain bernama Amr Warda dicoret dari skuat Timnas Mesir untuk Piala Africa 2019 gegara dituding melakukan pelecehan seksual. Melihat kondisi tersebut, Mohamed Salah turut angkat bicara memberi dukungan.

Amr Warda disebut melakukan dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah wanita dengan mengirimkan pesan bernada cabul. Salah satu korbannya bernama Merhan Keller kemudian memberanikan diri untuk membongkar kelakuan yang diduga dilakukan Amr ke jejaring sosial media.

Kabar soal kelakuan gelandang PAOK itupun sampai ke telinga pimpinan federasi sepakbola Mesir.

Atas berbagai pertimbangan, federasi memutuskan untuk mencoret Amr dari skuat Mesir di gelaran Piala Afrika 2019.

"Usai melakukan diskusi dengan badan teknis dan administrasi timnas Amr Warda dicoret dari skuat. Ini ditempuh untuk menegakkan disiplin dan menjaga kekompakan tim," isi pernyataan resmi federasi sepak bola Mesir.

Padahal seperti diketahui, Amr sebetulnya masih berstatus sebagai pemain Timnas Mesir di ajang Piala Afrika 2019. Ia tercatat sempat terlibat dalam tim saat Mesir mengalahkan Zimbabwe 1-0 di laga perdana Grup A.

Atas kejadian tersebut, Amr pun sempat meminta maaf secara terbuka lewat jejaring sosial media.

"Saya minta maaf untuk semuanya yang marah dengan saya," ujarnya.

Kondisi yang menimpa Amr tampaknya membuat rekannya Mohamed Salah ikut angkat bicara.

Melalui kicauan di Twitternya, penyerang Liverpool itu menjelaskan bahwa Amr pantas mendapat kesempatan dan butuh dibimbing.

"Wanita memang harus diperlakukan dengan sangat hormat. Tidak berarti tidak. Itu harus tetap dijaga," kicaunya.

"Saya juga percaya bahwa banyak orang yang melakukan kesalahan dapat berubah menjadi lebih baik dan tidak boleh dimatikan begitu saja, dimana itu seperti hanya mencari jalan yang paling mudah saja," lanjutnya.

 

"Kita perlu percaya pada kesempatan kedua, kita perlu membimbing dan mendidik, meninggalkan bukan jawabannya," tandasnya.

 

Salah sendiri sukses mengantarkan Mesir ke babak 16 besar Piala Afrika 2019. Di laga kedua menghadapi Kongo, Salah turut menyumbang satu gol untuk kemenangan 2-0 Mesir.

 

Berita Terkait

Berita Terkini