Bolatainment

Demi Pengaturan Skor, Klub Ini Rela Palsukan Kematian Pemain

Carut marut pengaturan skor bukan hal baru di sepak bola, namun para mafia bola selalu menghalalkan segala cara.

Stephanus Aranditio

Pemain Ballybrack FC, Fernando Lafuente (irishtime)
Pemain Ballybrack FC, Fernando Lafuente (irishtime)

Bolatimes.com - Sepak bola Irlandia mendadak berduka atas kabar kematian salah satu pemain dari klub Liga Senior Leinster di Republik Irlandia, Ballybrack FC yang bernama Fernando Lafuente.

Fernando Lafuente dikabarkan tewas oleh Ballybrack FC dalam sebuah kecelakaan mobil, namun kabar itu ternyata hanyalah sebuah kabar palsu atau hoaks belaka.

Akibat kabar yang disebarkan lewat rilis resmi klub tersebut, laga antara Ballybrack FC vs Arklow Town pada Sabtu terpaksa ditunda, sementara tim lain di liga harus mengheningkan cipta selama satu menit.

Fernando Lafuente yang jelas-jelas masih hidup terkejut ia langsung bisa menyaksikan langsung 'kematiannya' di pemberitaan media. Ballybrack disebut sebagai tim yang memalsukan kematian Lafuente dalam kasus ini. 

"Saya ada di rumah kemarin setelah pekerjaan saya selesai. Saya sedang bermain beberapa video game. Mereka mengatakan kepada saya: 'Kamu seorang selebriti.' Ini lucu bagi saya karena saya telah menyaksikan kematian saya sendiri,'' kata Lafuente dilansir bolatimes.com dari bbc.

Meski sudah dianggap meninggal oleh timnya, Lafuente mengaku tidak akan menuntut Ballybrack ke ranah hukum meskipun keluarganya sudah terlanjur bersedih.

''Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan mereka. Begitu saya mendengar berita itu, saya menulis kepada mereka. Mereka langsung membalas dan memberi tahu saya apa yang sedang terjadi dan mereka meminta maaf.

''Saya kemudian menelepon ibuku dan dia pada dasarnya tidak tahu apa-apa. Dia melihat pagi ini foto saya di semua surat kabar. Saya belum berbicara dengannya karena dia tidak menjawab salah satu pesan yang saya kirim,'' jelas Lafuente.

Namun, pemain asal Spanyol itu kini lebih memilih pindah dari Ballybrack dan bergabung dengan salah satu tim di wilayah Galway. 

Kini pihak pengelola Liga Senior Leinster, Irlandia sedang menyelidiki kasus ini, ada dugaan bahwa Ballybrack FC belum siap berhadapan dengan Arklow Town sehingga mereka memalsukan kematian Fernando Lafuente.

Berita Terkait

Berita Terkini