Arena

Gagal Boyong Gelar Juara di Australia Open 2022, Pelatih Sebut Tunggal Putri Indonesia Alami Kemajuan

Tunggal putri Indonesia dapat apresiasi dari pelatih usai gagal di Australia Open 2022.

Husna Rahmayunita

Gregoria Mariska Tunjung saat tampil di semifinal Australian Open 2022. (Instagram/badminton.ina)
Gregoria Mariska Tunjung saat tampil di semifinal Australian Open 2022. (Instagram/badminton.ina)

Bolatimes.com - Pelatih Pelatnas PBSI sektor tunggal putri Herli Djaenudin menilai anak asunya mengalami kemajuan kendati gagal memboyong gelar di Australia Open 2022 yang rampung digelar, Minggu (21/11/2022). Di turnamen tersebut, Indonesia hanya menurunkan dua wakil tunggal putri yakni Gregoria Mariska Tunjung dan Putri KW jadi wakil Indonesia.

Herli menilai Gregoria Mariska Tunjung dan Putri KW menunjukkan peningkatan performa setelah melihat aksi keduanya di Australia Open 2022 atau turnamen BWF Super 2022.

"Performa Gregoria dan Putri KW di Australian Open bisa dikatakan cukup bagus. Keduanya menunjukkan adanya peningkatan performa," sebut Herli lewat informasi tertulis PP PBSI.

Gregoria melaju ke babak final perdananya di tingkat Super Series dan keluar sebagai runner-up seusai dikalahkan unggulan pertama An Se Young (Korea Selatan). Sebelumnya pada babak semifinal, dia terlebih dulu mengalahkan Han Yue (China).

Menurut Herli, Gregoria membuahkan kemajuan signifikan bahkan jika dilihat secara grafik data yang dihimpun oleh Pelatnas PBSI. Padahal Australian Open merupakan turnamen keempat secara beruntun sejak Denmark, Prancis, dan Hylo sehingga ia hanya punya waktu istirahat yang terbilang sedikit.

Kemenangan Gregoria atas Han Yue sekaligus revans atas kekalahan yang dia alami saat bertemu pada babak yang sama di Hylo Open, Jerman.

"Gregoria mampu tampil habis-habisan di semifinal. Dia ngotot dan punya semangat. Dia terus berjuang keras saat melawan Han Yue di semifinal. Setelah kalah di gim pertama, dia bisa bangkit untuk merebut dua gim berikutnya. Dia berjuang bahkan sampai muntah untuk menang," ucap Herli.

Dengan kondisi kebugaran yang belum pulih, Gregoria tetap memaksakan diri melawan An Se Young pada partai puncak. Setelah mampu mengimbangi gim pertama, akibat fisik yang menurun dan fokus hilang, dia pun banyak membuat kesalahan sendiri.

"Meski begitu, saya lihat antusiasme di lapangan dan rasa percaya diri Gregoria sudah kembali. Hal itu bisa menjadi modal untuk menghadapi kompetisi tahun depan. Tinggal ditambah latihan dan kekuatannya," kata Herli.

Sementara itu Putri KW bertahan hingga babak kedua sebelum dijegal Nozomi Okuhara asal Jepang dengan skor 17-21, 21-16, 17-21. Pada babak pembuka, dia lebih dulu melewati wakil Malaysia Soniia Cheah dalam dua gim langsung 21-19, 21-15.

Menurut Herli, Putri KW juga tampil bagus meski akhirnya dikalahkan Nozomi lewat pertarungan tiga gim. Anak didiknya itu mampu mengimbangi pebulu tangkis Jepang tersebut, namun sayang tiga poin terakhir yang mengantarkan Nozomi memenangi pertandingan itu justru didapat karena kesalahan yang dilakukan wakil Indonesia.

"Yang harus dicatat adalah Putri KW mampu melakukan revans kepada Soniia Cheah di babak pertama. Performanya lebih baik dibanding saat dikalahkan pemain Malaysia itu di babak pertama di Kejuaraan Dunia di Tokyo lalu," pungkas Herli.

(Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini