Arena

Tanggapan PB Djarum soal Konflik Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Herry IP

PB Djarum tanggapi polemik yang tengah heboh.

Husna Rahmayunita

Kevin Sanjaya pakai headband. (Instagram/badminton.ina)
Kevin Sanjaya pakai headband. (Instagram/badminton.ina)

Bolatimes.com - Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin buka suara terkait konflik antara Kevin Sanjaya Sukamuljo dan sang pelatih Herry IP yang kini tengah jadi bahasan.

Yoppy berharap Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) segera menemukan solusi terkait persoalan tersebut. Harapannya, jangan sampai ada yang dikorbankan.

Ia menilai Kevin Sanjaya dan Herry Iman Pierngadi adalah sosok penting dan aset untuk bulu tangkis Indonesia. Keduanya harus mendapatkan solusi yang sama-sama menguntungkan dari masalah ini.

"Ya kami sih berharap PBSI bisa cari solusi terbaik untuk mereka semua. Karena kita semua tahu dua-duanya aset Indonesia. Harus ada solusi terbaik," kata Yoppy Rosimin saat dihubungi Suara.com --jaringan Bolatimes.com--, Selasa (27/9/2022).

Menurut Yoppy, Kevin Sanjaya dan Herry IP yang sama-sama merupakan atlet dan pelatih di PB Djarum, dinilainya masih bisa tetap berkolaborasi di Pelatnas PBSI.

Kendati Kevin Sanjaya sudah menyatakan tak ingin lagi dilatih Herry IP, atlet 27 tahun itu disebut Yoppy bisa tetap menjalani program lewat asisten pelatih Aryono Miranat.

"Kalau saya lihat wawancara Kevin dengan salah satu media nasional, masih ada peluang [untuk tetap berada di Pelatnas PBSI]," kata Yoppy Rosimin.

"Di sana [PBSI] ada dua pelatih [asisten dan pelatih kepala]. Satu Herry IP dan satu lagi Aryono Miranat. Mungkin bisa diserahkan kepada Aryono untuk membina Kevin lebih lanjut," tambahnya.

Untuk diketahui, Kevin Sanjaya Sukamuljo dikabarkan tak mau lagi dilatih oleh Herry IP yang notabene merupakan juru taktik yang mengantar dirinya dan Marcus Fernaldi Gideon menjadi pasangan ganda putra peringkat satu dunia selama kurang lebih lima tahun terakhir.

Dalam sebuah wawancara dengan media nasional, Kevin Sanjaya mengaku sudah tak ingin dilatih Herry IP. Salah satu alasannya disebut karena kritik terbuka sang pelatih kepadanya di hadapan media pasca Indonesia Open 2022 Juni lalu.

(Suara.com/Arief Apriadi)

Berita Terkait

Berita Terkini