Arena

Solid Bersama Fadia di Laga Perdana Japan Open 2022, Apriyani Rahayu Singgung Greysia Polii

Apriyani/Fadia bongkar kunci kemenangan di laga pembuka Japan Open 2022.

Husna Rahmayunita

Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti pada babak kedua Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). [BadmintonPhoto/BWF]
Pasangan ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Ramadhanti pada babak kedua Indonesia Open 2022 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2022). [BadmintonPhoto/BWF]

Bolatimes.com - Pasangan ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti melaju ke babak 16 besar Japan Open 2022 setelah tampil apik di laga perdana,  Selasa (30/8/2022). Apriyani menyebut, ia meneladani Greysia Polii.

Di babak pertama Japan Open 2022 yang digelar di Maruzen Intec Arena, Osaka, Apriyani/ Fadia berhasil menumbangkan wakil Kanada Catherine Choi/Josephine W dengan skor kembar 21-15, 21-15.

Keduanya mencoba bermain dengan pola yang mereka siapkan meski masih ada kesalahan-kesalahan sendiri yang mereka lakukan.

"Tadi kami masih awal adaptasi dengan kondisi lapangan maupun pola permainan. Lusa di babak 16 besar mainnya harus lebih aman dan lebih tahan lagi, karena bolanya berat ya walau tidak seberat di Kejuaraan Dunia kemarin. Di sini lumayan ada angin lapangannya," ujar Fadia dalam keterangan resmi PP PBSI.

Kesulitan juga dialami oleh Apri, yang baru pertama kali bermain di Jepang. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo ini mengaku belum terbiasa dengan shuttlecock, yang membuatnya kesulitan mengontrol pergerakan tangan.

"Tapi kami nikmati saja karena lawan pasti merasakan hal yang sama. Kami baru latihan bareng kemarin hanya 15 menit, hari ini sudah main alhamdulillah diberikan kemenangan. Kiranya di babak 16 besar nanti kita harus lebih menyiapkan pikiran, baru teknik dan pola di lapangan," ungkap Apri.

Salah satu kunci kekuatan Apri/Fadia adalah komunikasi mereka yang kuat dan terjaga. Dalam pertandingan ini terdengar Apri memanggil Fadia dengan sapaan "dek", juga tanpa segan mengucapkan terima kasih usai mendapat poin atau meminta tolong.

Menurut Apri, sikap ini merupakan bentuk komunikasi positif kepada rekan mainnya yang lebih muda agar membangun ikatan dan kekompakan di lapangan. Baginya, kesuksesan bersama adalah tujuan mutlak sebagai ganda putri.

"Demi satu tujuan, sukses bersama-sama. Ini yang saya belajar banyak dari kak Greys (Greysia Polii)," tutur Apri.

Pada babak 16 besar, Apri/Fadia masih menunggu pemenang antara Liu Xuan Xuan/Xia Yu Ting (China) dan Anna Ching Yik Cheong/Teoh Mei Xing (Malaysia).

"Semua lawan pasti sekarang sudah mempelajari permainan kami. Itu membuat kami semakin terpacu untuk menjadi lebih baik. Jadi pasti fokus diri sendiri untuk terus meningkatkan kemampuan," ucap Fadia.

Sejak dipasangkan, Apri/Fadia sudah meraih tiga gelar sejak pertama kali berlaga pada Mei 2022. Gelar juara yang didulang ialah medali emas SEA Games Hanoi 2021, Malaysia Open 2022 dan Singapore Open 2022.

(Antara)

Berita Terkait

Berita Terkini