Arena

Profil Stoffel Vandoorne, Jebolan F1 yang Kini Moncer di Formula E

Staffol Vandoorne kini memimpin klasemen Formula E musim ini.

Husna Rahmayunita

Stoffel Vandoorne saat berlaga di F1 GP Belgia 2018 di Sirkuit Spa-Francorchamps. [AFP/John Thys].
Stoffel Vandoorne saat berlaga di F1 GP Belgia 2018 di Sirkuit Spa-Francorchamps. [AFP/John Thys].

Bolatimes.com - Gelaran Formula E Jakarta 2022 tinggal menghitung jam, salah satu pembalap bernama Stoffel Vandoorne mencuri perhatian karena rekam jejaknya sebagai alumni Formula 1 di Formula E.

Balapan Formula E Jakarta 2022 digelar pada Satu (4/6/2022) di Jakarta International E-Prix Circuit, Staffol Vandorne menjadi nama yang digadang-gadang juara di seri ini.

Staffol Vandoorne menjadi salah satu dari 22 pembalap yang bakal berlaga di Formula E Jakarta 2022, balapan kali ini bakal diikuti 11 tim.

Sementara Staffol Vandoorne sendiri membalap untuk tim Mercedes EQ dan kini sedang memimpin puncak klasemen Formula E musim ini dengan raihan 111 poin.

Staffol Vandoorne diikuti dua pembalap dengan raihan poin cukup dekat, yakni Edoardo Montara dari tim Venturi dengan 99 poin dan pembalap dari tim DS E-Techeetah dengan 95 poin.

Sosok Staffol Vandoorne bukanlah pembalap yang asing dengan balapan jet darat ini, ia pernah membalap di Formula 1 bersama salah satu tim kuat McLaren.

Meski begitu pada Oktober 2018 lalu, hanya tiga pekan setelahnya itu Vendoorne langsung bergabung dengan tim pertamanya di Formula E, saat itu HWA Racelab dari Inggris.

Selama satu musim Vondoorne membalap untuk tim tersebut 2018-2019, ia bahkan pertama kali meraih pole position di Hong Kong pada E-Prix 2019.

Dan kali pertama meraih podium di Rome E-Prix 2019, setelah itulah pembalap berusia 30 tahun bergabung dengan Mercedez-Benz EQ di musim 2019-2020.

Pada musim 2019-2020, Vondoorne berhasil menempati runner-up dan peringkat tersebut masih terbaik baginya sampai saat ini setelah musim lalu menempati peringkat kesembilan.

Membalap sudah menjadi dunia yang dikenal Vondoorne sejak usianya masih enam tahun, saat itu ia diajak sang ayah berkunjung ke sirkuit Karting di Belgia.

Saat usianya menginjak 16 tahun, Vandoorne sudah menjadi juara Belgian KF2 Championship dan pada 2009 ia berhasil menempati runner-up untuk CIK-FIA World Cup kategori KF2.

Empat tahun setelahnya, Vandoorne bergabung dengan program pembalap muda McLaren, dan tak butuh waktu lama baginya untuk menjadi pembalap tim utama.

Setahun setelahnya ia didapuk sebagai pembalap ketiha McLaren di F1, di samping kontribusinya di Formula 2 bersama ART Grand Prix di tahun 2015.

Pada Maret 2016, Vandoorne berhasil menggeser posisi Fernando Alonso di GP Bahrain setelah Alonso tak bisa membalap karena kecelakaan.

Selama satu tahun penuh ia menjadi pembalap pengganti Alonso dan menggantikan posisi Jenson Button, meskipun prestasinya kurang menyereng karena tak pernah menempati posisi 10 besar.

Berikut profil Stoffel Vandoorne, mantan pembalap Formula 1 yang kini berkiprah di Formula E.

Nama Lengkap : Stoffel Vandoorne

Tempat Tanggal Lahir: Kontrijk, 26 Maret 1992

Negara: Belgia

Tim: Mercedez-Benz EQ Formula E

Nomor Mobil: 5

(Kontributor: Eko Isdiyanto)

Berita Terkait

Berita Terkini