Arena

Teladan Nabi Jadi Benteng Khabib Nurmagomedov dari Kritik Negatif

Khabib rupanya pria yang agamis. Dia meniru teladan nabi ketika mendapat kritikan-kritikan negatif

Irwan Febri Rialdi

Khabib Nurmagomedov tantang mantan petinju Floyd Mayweather. (@khabib_nurmagomedov/Instagram)
Khabib Nurmagomedov tantang mantan petinju Floyd Mayweather. (@khabib_nurmagomedov/Instagram)

Bolatimes.com - Mantan juara dunia UFC kelas ringan, Khabib Nurmagomedov ternyata memiliki cara tersendiri dalam menyikapi kritik negatif untuk dirinya yakni dengan meniru teladan nabi.

Dalam meraih puncak kejayaan di MMA, Khabib Nurmagomedov tentu tak hanya menerima sanjungan dan pujian tetapi juga hujan kritik negatif yang menyerangnya.

Meski begitu, Khabib Nurmagomedov ternyata memiliki cara tersendiri dalam menyikapi segala kritik negatif tersebut dengan meneladani kisah para nabi.

Eks petarung berjuluk The Eagle itu pensiun pada Oktober 2020 dengan status juara kelas ringan dan rekor tak terkalahkan sebanyak 29-0 selama karier profesionalnya di MMA.

Satu catatan penting dari warna-warni yang menghiasi perjalanan karier Khabib, yang paling mencolok adalah ketika berhadapan melawan Conor McGregor.

Setelah meninggalkan UFC, Khabib kini memilih untuk mengurus sendiri ajang MMA miliknya yang dinamai Eagle FC, ia tak menghindar dari panggung yang dipenuhi kebencian padanya.

Dan Khabib pun seolah tak masalah dengan banyak kebencian terhadap dirinya, pria Dagestan meniru teladan nabi dalam menghadapi itu.

Bagi Khabib, kritik yang dilontarkan seiring seseorang perjalanan menuju kesuksesan sudah dipahaminya melalui agama yang dianutnya.

"Saat seseorang menjadi populer, sangat populer dalam bisnis apa pun, muncul orang-orang yang mendukungnya. Dan pembenci muncul pada saat yang sama," ucap Khabib dikutip dari RT.

"Saya belum pernah melihat orang, ketika mereka menjadi populer, yang benar-benar didukung oleh semua orang.

"Bahkan ketika Yang Maha Kuasa memilih dan mengutus para nabi kepada kita untuk menyebarkan tauhid di muka bumi.

"Nilai-nilai yang benar agar manusia berbuat kebaikan, itupun ada yang mengkritik aktivitasnya dan tidak puas.

"Sekarang kami menyebut orang-orang seperti mereka sebagai pembenci. Siapa kami? Hanya pejuang. Tentu saja, tidak semua orang senang dengan kami.

"Kami memukuli seseorang beberapa kali, kami ditampilkan di TV, dan kami populer. Tentu saja kami akan dikritik dan didukung.

"Beberapa orang akan menyukai kami, beberapa tidak. Saya mengerti ini." imbuhnya.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini