Arena

Bosan dan Tak Dihormati di Penjara, Mike Tyson Ngamuk Jotosi Napi Lain

Mike Tyson pernah mendekam di penjara beberapa tahun.

Husna Rahmayunita

Mike Tyson jelang menghadapi Roy Jones Jr. [Dok. Instagram@miketyson]
Mike Tyson jelang menghadapi Roy Jones Jr. [Dok. Instagram@miketyson]

Bolatimes.com - Doyan menggebuk orang tak hanya dilakukan Mike Tyson di atas ring tinju, melainkan juga ketika mendekam di penjara karena kasus pemerkosaan.

Di tahun 1992, legenda tinju Mike Tyson pernah dijebloskan ke penjara seusai dinyatakan bersalah atas kasus pemerkosaan dan harus menjalani hukuman selama enam tahun.

Alih-alih menghabiskan kehidupannya selama itu, Mike Tyson beruntung seusai mendapat pengurangan tiga tahun dan menghirup udara bebas pada 1995.

Seperti para narapidana pada umumnya, ada kisah menarik saat Mike Tyson berada di balik jeruji besi tanpa bisa melakukan kebebasan seperti sebelumnya.

Mike Tyson sejatinya adalah sosok yang pendiam saat berada di penjara karena ia merasa perlu menghormati para napi lainnya.

Selain itu memang tidak ada satu pun napi di penjara yang merasa takut dengan Mike Tyson, meskipun hal itu tak menjamin Si Leher Beton mengamuk.

Terdapat momen di mana The Baddest Man on the Planet tak kuasa menahan rasa emosi hingga membuatnya harus membuat babak belur salah satu napi.

"Saya memperlakukan siapa pun seperti saya ingin mereka memperlakukan saya," ucap Tyson dikutip dari talkSPORT.

"Memang begitulah adanya, mereka tidak takut pada saya. Semuanya bermuara pada rasa hormat.

"Hanya satu kali (memukul seseorang). Seseorang mengatakan sesuatu, saya mendatanginya dan memukulnya," imbuhnya.

Alasan Mike Tyson melakukan hal itu juga terbilang aneh, ia tega membuat napi lain babak belur hanya karena bosan terlalu lama di penjara.

Selain itu ada omongan orang yang dipukulnya yang menyinggung perasaan Mike Tyson, sehingga ia tak perlu menahan diri melakukan hal itu.

"Kami dikurung untuk waktu yang lama dan itu sesuatu yang menjengkelkan," ujar si Leher Beton.

"Saya mendekatinya dan memukulnya. Kami dikurung, itu membuat saya kesal dan sedih," pungkasnya.

Kontributor: Eko

Berita Terkait

Berita Terkini