Arena

Profil Rexy Mainaky, Legenda Indonesia yang Mundur dari Pelatih Thailand

Rexy Mainaky baru saja memutuskan mundur dari pelatih bulu tangkis Thailand.

Rauhanda Riyantama

Legenda bulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky. [Humas PBSI]
Legenda bulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky. [Humas PBSI]

Bolatimes.com - Kabar mengejutkan hadir dari dunia bulu tangkis. Legenda bulu tangkis Indonesia, Rexy Mainaky, dikabarkan resmi melepas jabatan sebagai pelatih bulu tangkis Thailand.

Kabar ini pertama kali diberikan oleh Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto, melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu (24/10/2021).

"Breaking: Rexy Mainaky meninggalkan Thailand,” tulis Rudy Roedyanto yang disebut mengetahuinya dari akun resmi Thai Badminton di Facebook.

Kabarnya Rexy tak memperpanjang kontraknya di Thailand. Bahkan, kabar ini sudah muncul sejak tahun lalu. Berikut biodata Rexy Mainaky yang dilansir dari berbagai sumber.

Profil Rexy Mainaky

Sosok dengan nama lengkap Rexy Ronald Mainaky ini lahir pada 9 Maret 1968 di Ternate, Maluku. Dia merupakan putra dari Jantje Rudolf Mainaky dan Venna Mainaky.

Rexy merupakan salah satu dari bagian klan Mainaky. Ya, dia merupakan saudara dari legenda-legenda Indonesia lainnya, Richard Mainaky dan Marleve Mainaky.

Rexy yang awalnya mengaku tak menyukai bulu tangkism justru menjelma sebagai salah satu sosok legenda di dunia tepok bulu Tanah Air.

Kesuksesannya sebagai pebulu tangkis banyak diraih ketika berpasangan dengan Ricky Subagja di sektor ganda putra.

Sosok yang akrab disapa Eky ini mulai berpasangan dengan Ricky pada 1993. Sebelumnya, Rexy dipasangkan dengan kakaknya, Richard Mainaky.

Namun, pelatih ganda putra saat itu, Christian Hadinata, justru melihat Rexy lebih cocok dipasangkan dengan Ricky. Mereka mampu merusak dominasi ganda Korea Selatan dan Malaysia yang saat itu menguasai.

Gelar Superseries pertama yang diraih oleh Rexy adalah China Open 1992. Sejak saat itu berbagai gelar diraihnya. Total ada 27 gelar yang diraih Rexy di sektor ganda putra pada ajang Super Series, termasuk All England.

Puncak prestasi Rexy sebagai pebulu tangkis adalah meraih medali emas Olimpiade 1996 di Atlanta, Amerika Serikat. Dia bersama Ricky mengalahkan wakil Malaysia di babak final ganda putra.

Medali emas itu seolah melengkapi prestasi Rexy dan Ricky di tahun sebelumnya karena mampu menjadi juara dunia usai mengalahkan wakil Denmark di final.

Selain itu, Rexy juga tercatat memiliki dua medali emas Asia Games di tahun 1994 dan 1998. Rexy juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih 4 gelar Thomas Cup beruntun dari 1994 hingga 2000.

Setelah pensiun bermain bulu tangkis di tahun 2000, Rexy Mainaky sempat menjadi pelatih di pelatnas dan melahirkan atlet-atlet Indonesia berpotensi, seperti Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Maria Kristin Yulianti.

Rexy lalu pindah menjadi pelatih di Inggris, lalu menjadi pelatih Malaysia pada 2005. Setelah meraih banyak kesuksesan sebagai pelatih di Malaysia, pada Januari 2017 Rexy Mainaky ditunjuk sebagai pelatih kepala bulu tangkis Thailand.

Setelah 4 tahun bersama, Rexy akhirnya memutuskan berpisah dengan Thailand. Belum diketahui ke mana Rexy Mainaky akan melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha

Berita Terkait

Berita Terkini