Arena

Bokong Atlet Wanita Di-Zoom Kameramen, Federasi Panjang Tebing Minta Maaf

Federasi Panjat Tebing Internasional mengucapkan permintaan maaf untuk sang atlet

Irwan Febri Rialdi

Atlet panjat tebing Johanna Farber viral setelah kameramen TV menyoroti bokongnya saat bertanding di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Moskow, Sabtu (18/9/2021). (Dok. The Sun)
Atlet panjat tebing Johanna Farber viral setelah kameramen TV menyoroti bokongnya saat bertanding di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing Moskow, Sabtu (18/9/2021). (Dok. The Sun)

Bolatimes.com - Kejadian tidak menyenangkan dialami oleh atlet panjat tebing Austria, Johanna Farber. Bokongnya di-zoom oleh kameramen televisi (TV) ketika dia sedang bertanding.

Dilansir dari The Sun, Johanna Farber mengikuti Kejuaraan Dunia Panjat Tebing atau Climbing Wolrd Championship di Moskow, Rusia, Sabtu (18/9/2021). Event manca negara ini disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi ORF.

Nah, ketika giliran Johanna Farber memanjat. Kameramen televisi ORF tersebut malah salah fokus dengan meng-zoom atau close up pantat gadis 23 tahun tersebut selama memanjat dan ada tayangan lambatnya.

Aksi kemeramen tersebut tentu saja membuat ribuan warga Austria yang menyaksikan siaran pertandingan Johanna Farber merasa kesal dan marah.

Atas indisen itu, Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) langsung merespons. IFSC menyampaikan permintaan maaf terhadap Faber dan semua orang yang tersinggung atas insiden tersebut.

IFSC ingin minta maaf sedalam-dalamnya kepada Johanna Faber, Panjat Tebing Austria, seluruh atlet, dan komunitas panjat tebing atas gambar yang disiarkan pada semifinal di Kejuaraan Panjat Tebing IFSC Moskow 2021," bunyi pernyataan IFSC dikutip dari The Sun.

Mirisnya, ini bukan kali pertama ORF melakukannya. Ketika Kejuaraan Panjat Tebing di Inssbruck, Austria, kemeramen ORF juga melakukan hal yang serupa. Kala itu, Johanna marah dan menuduh aksi kameramen sebagai pelecehan seksual.

"Jujur, menampilkan video lambat ini di TV Nasional dan streaming langsung YouTube adalah sangat tidak sopan dan mengecewakan," kata Johanna pada Juni lalu.

"Saya seorang atlet, saya di sini untuk penampilan terbaik saya. Saya benar-benar sangat malu mengetahui ribuan orang melihat ini," lanjutnya.

"Kita harus berhenti melakukan sesualisasi terhadap wanita dalam olahraga dan mulai menghargai kinerja mereka," tuturnya menambahkan.

Pada Juni lalu, pihak ORF sudah menyampaikan permintaan maaf. Namun, permintaan maaf rupanya hanya sebagai formalitas dan tindakan serupa kini terjadi dalam rentang waktu sekitar satu bulan saja.

Berita Terkait

Berita Terkini