Arena

Kalah Terus, The Minions Penasaran Ingin Bungkam Pasangan Jepang Ini

The Minions selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir

Irwan Febri Rialdi

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020). [Suara.com / Arief APRIADI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1/2020). [Suara.com / Arief APRIADI]

Bolatimes.com - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon bertekad membalas membalas kekalahan dari pasangan Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Pasangan berjuluk The Minions itu diketahui selalu kalah dalam enam pertemuan terakhir. Sementara Endo/Watanabe tercatat baru dua kali kalah dari pasangan ganda putra Indonesia nomor satu dunia tersebut.

Dua kekalahan itu terjadi di awal-awal pertemuan kedua pasangan. Terakhir kali The Minions bertemu dengan Endo/Watanabe yakni saat takluk pada final All England 2020 di Birmingham, Inggris, 15 Maret lalu.

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjadi runner-up All England 2020 usai kalah dari wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Minggu (15/3). [Humas PBSI]
Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjadi runner-up All England 2020 usai kalah dari wakil Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe, Minggu (15/3). [Humas PBSI]

"Rasa penasaran pasti ada, cuma ya sudah lah, main itu kalau nggak menang ya kalah. Pasangan lain yang tanding sama kami kan juga ada yang kalah berturut-turut," kata Marcus dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (17/6/2020).

"Dalam bulutangkis memang biasanya ada yang seperti ini, namanya ganjalan, biar jadi seru dan menantang."

"Pasti menang lah akhirnya, ha ha ha, pede banget ya? Tapi memang harus pede jadi pemain," tambahnya.

Demi bisa mewujudkan ambisi tersebut, Kevin/Marcus sadar mereka harus terus berusaha dan memperbaiki penampilan.

Gaya main pun harus diubah agar tak terbaca lawan.

"Habis main saya suka ngobrol sama Kevin, banyak tanya kurang saya di mana, biar enak mainnya. Permainan kami sering dipelajari, orang sudah pakai video, kami harus ganti lagi cara mainnya," ujarnya.

"Harus berubah terus dan banyak belajar, perkembangan pasti ada terus, kalo nggak mau belajar ya monoton mainnya," tandas Marcus.

Penulis: Arief Apriadi

Berita Terkait

Berita Terkini